Olahraga

Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026: Tagar #KluivertOut Menggema, Nama Shin Tae-yong Kembali Dirindukan

×

Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026: Tagar #KluivertOut Menggema, Nama Shin Tae-yong Kembali Dirindukan

Sebarkan artikel ini
timnas Indonesia
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) bersama Patrick Kluivert. Foto: Dok. Erick Thohir

Ringkasan Berita

  • Berdasarkan pantauan hingga Minggu (12/10) pagi, lebih dari 33 ribu cuitan menyerukan Kluivert mundur.
  • Patrick Kluivert, legenda Belanda, akhirnya dipilih sebagai pelatih timnas Indonesia setelah memenuhi wawancara di Ha…
  • Tagar #KluivertOut mendominasi linimasa X (Twitter), sementara nama Shin Tae-yong kembali dielu-elukan.

Topikseru.com – Kekalahan tipis 0-1 dari Irak pada laga Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia tak hanya mengubur mimpi Timnas Indonesia, tapi juga memicu gelombang kekecewaan publik. Tagar #KluivertOut mendominasi linimasa X (Twitter), sementara nama Shin Tae-yong kembali dielu-elukan.

Berdasarkan pantauan hingga Minggu (12/10) pagi, lebih dari 33 ribu cuitan menyerukan Kluivert mundur.

Sebagai perbandingan, topik soal “blunder” mencapai 11 ribu, “Natal” 10 ribu, dan “Shin Tae-yong” sekitar 2 ribu unggahan. Bahkan di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, nama Shin terdengar bergema seusai peluit akhir.

Dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert: Keputusan PSSI yang Dipertanyakan

Pergantian pelatih timnas Indonesia dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert pada Januari 2025 kini dianggap keputusan paling krusial dalam perjalanan Timnas.

Shin, yang menangani Indonesia sejak Desember 2019, sukses mengangkat peringkat FIFA dari 173 ke 127 dunia. Dia memimpin skuad Garuda menembus putaran ketiga kualifikasi—prestasi yang sebelumnya hanya mimpi.

Namun, kontraknya diputus PSSI setelah hasil mengecewakan di Piala AFF. Ketua Umum PSSI Erick Thohir kala itu menegaskan, target baru adalah lolos ke Piala Dunia 2026, bukan sekadar “proses”.

Patrick Kluivert, legenda Belanda, akhirnya dipilih sebagai pelatih timnas Indonesia setelah memenuhi wawancara di Hari Natal, sebagai tanda komitmen menurut Erick.

Harapan membumbung tinggi. Tapi hasilnya? Jauh dari harapan.

Baca Juga  Ivar Jenner Jebol Gawang Irak, Indonesia Unggul 1-0

Rekam Jejak Kontras: Shin vs Kluivert

Era Kluivert (2025)

  • Kalah 1-5 dari Australia (Shin sebelumnya imbang 0-0)
  • Kalah 0-6 dari Jepang (Shin kalah 0-4)
  • Kalah 2-3 dari Arab Saudi (Shin mampu seri 1-1 dan menang 2-0)
  • Terakhir, kalah 0-1 dari Irak → mimpi Piala Dunia pupus

Era Shin Tae-yong (2019–2025)

  • Mulai dari putaran pertama melawan Brunei, menang agregat 12-0
  • Lolos ke putaran kedua: finis runner-up Grup F di bawah Irak
  • Putaran ketiga: bersaing dengan Jepang, Australia, Arab Saudi, Bahrain, China → raih 6 poin
  • Catatan prestasi: hasil imbang historis lawan tim besar, kemenangan bersejarah lawan Arab Saudi

Perbedaan ini membuat wajar bila publik kini merindukan Shin, meski tak ada jaminan ia bisa membawa Indonesia lolos.

Apa Selanjutnya untuk PSSI?

Kini PSSI berada di persimpangan jalan. Dua opsi terbuka:

  • Memecat Patrick Kluivert

Tapi syaratnya jelas: pengganti harus punya rekam jejak lebih impresif dari Shin Tae-yong, dengan pengalaman melatih tim nasional di level tinggi.

  • Mempertahankan Kluivert

Jika opsi ini dipilih, tolok ukur baru adalah Piala Asia 2027. Ekspektasi publik sudah terlalu tinggi, apalagi skuad kini diperkuat nama-nama naturalisasi seperti Emil Audero, Ole Romeny, Dean James, Joey Pelupessy, hingga Miliano Jonathans.

“Andai Shin Tidak Pergi…”

Pertanyaan paling populer kini: bagaimana jika Shin Tae-yong tidak diganti?

Aktor dan penggemar sepak bola Ibnu Jamil menyuarakan perasaan banyak fans:

“Memang enggak ada jaminan juga yang lama itu membawa kita ke Piala Dunia, tetapi mungkin kerelaan hati kita akan jauh lebih besar ketimbang yang saat ini.”

Kalimat itu menggambarkan luka kolektif para pendukung Garuda.