Ringkasan Berita
- Menurut keterangan dari Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, Syakir sudah tinggal di Cianjur selama bebe…
- Berita ini bukan hanya mengejutkan karena melibatkan seorang tokoh sepak bola yang pernah menjanjikan, tetapi juga ka…
- Polisi menyita sekitar 2.700 butir obat-obatan terlarang dari rumahnya, yang terdiri dari berbagai jenis pil yang dip…
TOPIKSERU.COM – Mantan pemain Timnas U-23 Indonesia tahun 2013-2014, Syakir Sulaiman menjadi tersangka dalam kasus pengedaran narkoba di Cianjur, Jawa Barat.
Berita ini bukan hanya mengejutkan karena melibatkan seorang tokoh sepak bola yang pernah menjanjikan, tetapi juga karena ketegangan antara karier sepak bolanya yang gemilang dan pilihan hidupnya yang kelam.
Artikel ini akan membahas perjalanan karier sepak bola Syakir hingga kejadian yang membawa nama baiknya terjerat dalam dunia kriminal.
Pada hari yang mengejutkan itu, Polres Cianjur berhasil mengamankan Syakir Sulaiman di kediamannya setelah dilakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan keterlibatannya dalam peredaran obat terlarang.
Polisi menyita sekitar 2.700 butir obat-obatan terlarang dari rumahnya, yang terdiri dari berbagai jenis pil yang diperkirakan untuk diedarkan di daerah tersebut.
Menurut keterangan dari Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, Syakir sudah tinggal di Cianjur selama beberapa tahun terakhir dan ditangkap tanpa perlawanan.
Diketahui bahwa ia telah terlibat dalam distribusi narkoba ini sejak dua tahun lalu, dengan alasan kesulitan finansial sebagai motif di balik tindakannya.
“Kami langsung melakukan pendalaman dan menyebar anggota untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku yang sudah tinggal di Cianjur sejak beberapa tahun terakhir,” ujar Tono pada Rabu, 6 November 2024.
Hasil pemeriksaan lebih lanjut, diketahui pelaku merupakan mantan pemain Timnas U-23 tahun 2013-2014 dan masih aktif sebagai pemain di klub sepakbola Aceh United
Tono juga menyebut mantan pemain Timnas U-23 itu sudah menjalankan aksinya sejak dua tahun terakhir dengan dalih kesulitan uang.
“Tidak ada perlawanan saat ditangkap, dan pelaku dibawa ke Polres Cianjur,” tegasnya.
Perjalanan Karier Sepak Bola Syakir Sulaiman
Syakir Sulaiman memulai karier sepak bolanya di PSSB Bireuen, Aceh, pada tahun 2010. Dengan bakat luar biasa di lapangan, ia segera menjadi sorotan banyak pihak, termasuk pelatih Indra Sjafri.
Bimbingan dari pelatih yang juga melatih Timnas Indonesia ini membantunya berkembang pesat dalam dunia sepak bola profesional.
Setelah beberapa tahun bermain untuk PSSB, Syakir kemudian memperkuat klub-klub besar di Indonesia seperti Persiraja Banda Aceh, Persiba Balikpapan, Sriwijaya FC, Bali United, dan Aceh United.
Puncak Karier Syakir: Sukses di Sriwijaya FC
Syakir meraih puncak kariernya saat membela Sriwijaya FC, di mana ia berhasil meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik Liga Super Indonesia 2013.
Kecemerlangan permainan Syakir di lapangan hijau mengantarkannya pada perhatian internasional, bahkan ia sempat mengikuti trial di Ventforet Kofu, klub asal Jepang, yang menunjukkan bahwa bakatnya diakui di luar negeri.
Pada tahun 2013 hingga 2014, Syakir mendapat kesempatan langka untuk memperkuat Timnas U-23 Indonesia di ajang Piala AFF U-23.
Di bawah asuhan Indra Sjafri, ia tampil sebanyak enam kali bersama tim tersebut, berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia di tingkat Asia Tenggara. Penampilan apiknya dalam ajang ini semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu talenta muda terbaik di Indonesia pada masanya.
Syakir dan Aceh United: Peralihan Karier dan Pensiun
Pada tahun 2018, setelah meraih banyak prestasi di liga Indonesia, Syakir pindah ke Aceh United, yang menjadi klub terakhirnya sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun pada 2019.
Selama waktunya di Aceh United, meskipun ia tidak lagi berada di puncak karier, namun masih menjadi pemain yang cukup dihormati di level lokal.
Kecewa dengan Kesulitan Finansial: Dari Pemain Sepak Bola ke Tersangka Narkoba
Namun, meskipun Syakir memiliki karier sepak bola yang cukup cemerlang, kehidupan setelah pensiun tidak semulus yang dibayangkan banyak orang.
Tuntutan hidup dan kesulitan finansial yang ia hadapi tampaknya mempengaruhi keputusannya. Dengan dalih kesulitan ekonomi, Syakir terjerumus ke dunia peredaran narkoba.
Penyelidikan polisi mengungkap bahwa ia telah terlibat dalam distribusi narkoba selama dua tahun terakhir, sebuah langkah yang sangat mengejutkan mengingat karier cemerlang yang pernah ia jalani.
Syakir dijerat dengan Pasal 35 Jo Pasal 435 Ayat 2 UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang mengatur peredaran narkoba.
Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.
Kasus ini semakin menarik perhatian karena melibatkan seorang mantan atlet dengan banyak penggemar di Indonesia.
Nilai Pasar Syakir Sulaiman di Dunia Sepak Bola
Bersama dengan karier sepak bolanya yang menjanjikan, Syakir Sulaiman pernah mencapai nilai pasar tertinggi sekitar Rp434,54 juta pada 31 Mei 2017.
Peningkatan nilai pasar ini tercatat ketika ia pindah dari Bali United ke Aceh United. Namun, dengan kejadian ini, nilai pasar yang pernah melonjak tinggi kini menjadi kenangan pahit.
Kejatuhan Syakir Sulaiman dari seorang bintang sepak bola menjadi tersangka kasus narkoba adalah sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya dukungan bagi atlet setelah mereka pensiun.
Syakir, yang dulu dianggap sebagai pemain yang penuh potensi, kini menjadi contoh tragis dari apa yang bisa terjadi jika seseorang tidak mendapatkan bantuan yang cukup setelah meninggalkan dunia yang ia kenal. (*)
Sumber: Transfermarkt













