Topikseru.com – PSMS Medan kembali menjadi sorotan setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sederet hukuman sepanjang putaran pertama Liga Championship 2025. Total 11 sanksi dijatuhkan kepada Ayam Kinantan, sebagian besar berkaitan dengan ulah penonton dan pelanggaran disiplin suporter.
Menurut data resmi PSSI, sejak September hingga 4 November 2025, PSMS telah mengumpulkan denda sebesar Rp 212,5 juta, belum termasuk hasil pemantauan laga terakhir putaran pertama saat bertandang ke markas Bekasi City pada 9 November di Stadion Patriot Candrabhaga.
Fendi Jonathan: Suporter Harus Lebih Bijak
Presiden PSMS, Fendi Jonathan, angkat bicara terkait rentetan hukuman tersebut. Ia menegaskan bahwa sanksi berulang ini seharusnya menjadi refleksi bersama, terutama bagi pendukung setia klub.
“Sanksi ini harus jadi pembelajaran untuk semuanya. Kita perlu introspeksi, belajar lebih dewasa dan bijak bertindak. Protes boleh, tapi jangan sampai melampaui batas hingga merugikan tim,” ujar Fendi di Medan, Senin.
Dia memastikan manajemen akan melakukan koordinasi menyeluruh untuk memperbaiki berbagai hal yang menjadi perhatian Komdis PSSI.
“Kami percaya suporter PSMS adalah pendukung loyal yang mencintai klubnya. Kini saatnya membuktikan cinta itu dengan dukungan yang tertib dan tetap menjunjung sportivitas,” tambahnya.
Rekor Sanksi Terbanyak: Laga vs Persiraja
Pelanggaran terbanyak terjadi saat PSMS menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Utama Sumatera Utara pada 25 Oktober 2025.
Dalam satu pertandingan tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan tiga sanksi sekaligus terkait:
- Yel-yel provokatif
- Pelemparan benda ke lapangan
- Penonton masuk ke area pertandingan
Dampak akumulasi pelanggaran membuat PSMS tidak hanya harus membayar denda, tetapi juga menjalani satu laga kandang tanpa penonton.
Hukuman tersebut dijadwalkan berlaku pada pertandingan melawan PSPS Pekanbaru, 19 November 2025.
Respons Klub di Media Sosial
PSMS telah merespons keputusan Komdis dengan mengumumkan secara resmi hukuman tersebut melalui akun Instagram mereka pada 17 November 2025.
Klub menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola pertandingan dan meningkatkan edukasi bagi suporter.












