Ringkasan Berita
- Wasit menunjuk titik putih setelah menilai Aulia Lubis dilanggar di kotak terlarang pada penghujung menit ke-13.
- PSPS Pekanbaru lebih dulu membuka kemenangan setelah wasit Choirudin memberikan hadiah penalti kepada tim tamu pada m…
- "Pertandingan ini menarik, asyik, dan seksi untuk menyaksikannya, tetapi kami gagal meraih kemenangan, hanya bermain …
TOPIKSERU.COM, LUBUK PAKAM – PSMS Medan harus puas berbagi poin dengan PSPS Pekanbaru setelah pertandingan lanjutan Liga 2 Indonesia di Stadion Baharuddin Siregar, Lubuk Pakam, Deli Serdang, berakhir dengan skor 1-1, Sabtu (19/10).
PSPS Pekanbaru lebih dulu membuka kemenangan setelah wasit Choirudin memberikan hadiah penalti kepada tim tamu pada menit ke-16.
Wasit menunjuk titik putih setelah menilai Aulia Lubis dilanggar di kotak terlarang pada penghujung menit ke-13.
Striker asing PSPS, Omid Popalzay, sukses menjalankan tugas dengan menjebol gawang PSMS Medan.
Sedangkan gol penyama PSMS Medan tercipta pada menit ke-55 melalui M Revan.
Pelatih PSMS Medan Nil Maizar menyebut pertandingan melawan PSPS berjalan menarik, tetapi diwarnai keputusan kontroversial.
“Pertandingan ini menarik, asyik, dan seksi untuk menyaksikannya, tetapi kami gagal meraih kemenangan, hanya bermain imbang 1-1,” kata Nil Maizar usai pertandingan.
Dia mengatakan hasil imbang bukan hal yang baik bagi PSMS Medan. Mengingat perebutan posisi 1 dan 2 harus menjaga konsistensi.
Sebab, kata dia, pada pertandingan selanjutnya PSMS akan menghadapi Persiraja Banda Aceh.
“Oleh sebab itu kemenangan pada pertandingan hari ini seharusnya sangat penting,” ujar Nil.
Dia tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang menunjukkan semangat juang tinggi sepanjang pertandingan.
Kecewa Keputusan Wasit
Namun, Nil Maizar tidak bisa menutupi rasa kecewanya terhadap kinerja wasit yang menilai tidak adil.
“Saya kecewa dengan hasil ini, tetapi saya bangga dengan pemain karena fighting spirit mereka bagus. Namun, pertandingan ini tercederai oleh keputusan wasit yang menurut saya tidak bagus,” kata Nil Maizar.
“Mungkin orang bilang ‘wasit lagi, wasit lagi’, tapi kenyataannya memang begitu. Ada beberapa advantage yang seharusnya kami dapatkan, tapi wasit tidak memberikannya,” imbuhnya.
Dia mengatakan selanjutnya akan melakukan evaluasi tim dalam rangka mempersiapkan diri pada pertandingan berikutnya.
Mantan pelatih tim nasional Indonesia ini juga memberikan saran yang cukup menggelitik terhadap pengawasan wasit untuk mencegah keputusan kontroversial.
“Kalau bisa, sebelum wasit memimpin pertandingan, mereka disumpah dulu dengan Al-Quran, itu usul saya, semoga bisa didengar,” pungkasnya.












