Topikseru.com – Dengan senyum sumringah dan suara mantap, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait menyampaikan kabar menggembirakan, yaitu turnamen pramusim sepak bola kebanggaan Tanah Air itu berhasil menggaet dana sponsor hingga Rp 55 miliar.
Ini bukan sekadar angka. Bagi Maruarar – yang akrab disapa Bang Ara – capaian tersebut adalah refleksi dari kepercayaan publik dan korporasi, sekaligus konsistensi penyelenggaraan Piala Presiden sejak pertama kali digelar pada 2015.
“Tidak ada tampaknya turnamen di Indonesia yang bisa digelar secara konsisten seperti Piala Presiden. Apa kuncinya? Dukungan tim yang luar biasa dan menjaga value Piala Presiden itu sendiri,” ujar Maruarar dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/7).
Bang Ara menegaskan bahwa nilai utama Piala Presiden terletak pada transparansi dan integritas.
Tidak ada uang negara yang digunakan, tidak ada pengaturan skor, dan semua proses dikelola secara profesional.
“Value-nya jelas. Tidak ada pengaturan skor, tidak gunakan uang negara. Lihat saja, sponsornya banyak sekali. Sudah terkumpul Rp 55 miliar dan masih bisa bertambah,” tuturnya.
Dengan komitmen tersebut, Piala Presiden 2025 kembali menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia bisa menjadi panggung yang bersih dan layak didukung dunia usaha.
Hadiah Besar, Tim Internasional Ikut Bertarung
Turnamen edisi 2025 ini semakin bergengsi dengan total hadiah mencapai Rp 11,5 miliar.
Rinciannya:
• Juara pertama: Rp 5,5 miliar
• Runner-up: Rp 3 miliar
• Peringkat ketiga: Rp 2 miliar
• Peringkat keempat: Rp 1 miliar
Piala Presiden 2025 akan diikuti enam tim, termasuk dua peserta luar negeri:
1. Arema FC (Juara bertahan)
2. Persib Bandung (Juara Liga 1)
3. Dewa United (Runner-up Liga 1)
4. Liga Indonesia All-Star
5. Port FC (Thailand)
6. Oxford United (Inggris)
Dua pertandingan pembuka akan berlangsung serentak pada Minggu, 6 Juli 2025.
Persib akan menjamu Port FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, sementara Oxford United menghadapi Liga Indonesia All-Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Piala Presiden bukan sekadar ajang pemanasan menjelang kompetisi resmi. Lebih dari itu, ia telah menjelma menjadi simbol komitmen terhadap profesionalisme sepak bola nasional, sekaligus membuktikan bahwa dengan tata kelola yang baik, sponsor akan datang tanpa harus diminta.
“Piala Presiden itu soal kepercayaan. Dan kepercayaan tidak bisa dibeli. Hanya bisa dibangun, dijaga, dan dibuktikan,” tutup Maruarar.




