Topikseru.com – Jelang kick-off perdana Super League Indonesia, Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa menyuarakan optimisme.
Dia meyakini para wasit yang bertugas di liga kasta tertinggi Indonesia itu mampu menjalankan pertandingan secara adil dan tertib, kendati tidak menutup kemungkinan akan tetap ada kesalahan di lapangan.
“Saya percaya pada mereka. Mereka akan menunjukkan kinerja yang baik,” kata Ogawa kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/8/2025), usai memimpin Refereeing Workshop di GBK Arena.
Super League, Nama Baru Liga 1
Musim baru sepak bola nasional akan dimulai Jumat pekan ini (8/8/2025) dengan nama baru: Super League, menggantikan sebutan sebelumnya, Liga 1.
Laga pembuka mempertemukan Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, pukul 19.00 WIB.
Di hari yang sama, dua pertandingan lain juga akan berlangsung:
Borneo FC vs Bhayangkara Presisi Lampung FC, Stadion Segiri Samarinda, pukul 15.30 WIB
PSM Makassar vs Persijap Jepara, Stadion B.J. Habibie Parepare, pukul 19.00 WIB
Ogawa: Wasit Tetap Manusia, Butuh Dukungan di Lapangan
Ogawa yang merupakan mantan instruktur FIFA asal Jepang mengatakan bahwa meski sudah dipersiapkan dengan baik, para wasit tidak luput dari kesalahan.
“Wasit manusia, mungkin akan melakukan kesalahan. Tapi jika itu terjadi, kita harus belajar. Namun jika kesalahan itu memengaruhi hasil, kita sangat menyesal,” ujar pria 66 tahun itu.
Menurutnya, kunci keberhasilan penyelenggaraan pertandingan bukan hanya di tangan wasit, tetapi juga bergantung pada kerja sama dari klub, pemain, dan ofisial tim.
“Kita juga membutuhkan kerja sama mereka. Jika kita bisa melakukan itu di lapangan, itu akan baik untuk kita semua,” tambah Ogawa.
Peluang Wasit Liga 2 dan Era VAR
Dalam keterangannya, Ogawa juga membuka peluang bagi wasit-wasit Liga 2 untuk naik kelas ke Super League, terutama bila mereka menunjukkan kualitas yang mumpuni.
“Karena Liga 2 juga akan menerapkan VAR, maka kondisinya sama. Jika kita menemukan wasit bagus di Liga 2, mengapa tidak kita bawa ke Liga 1?” katanya.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa peningkatan kualitas wasit akan menjadi bagian penting dalam reformasi kompetisi nasional, terlebih di tengah meningkatnya tekanan terhadap integritas kepemimpinan wasit di lapangan.
Super League: Tekanan dan Ekspektasi Baru
Transformasi Liga 1 menjadi Super League menandai upaya pembaruan sistem dan citra kompetisi sepak bola profesional Indonesia.
Di balik nama baru ini, tersimpan ekspektasi besar dari publik dan federasi untuk penyelenggaraan yang lebih profesional, bersih, dan kompetitif.
Namun, seperti yang disampaikan Ogawa, profesionalisme itu tak hanya berhenti pada wasit.
Semua pihak di lapangan, dari pemain hingga manajemen klub, dituntut berperan aktif menjaga spirit fair play.
“Jika beberapa wasit masih tidak melihat adanya perbaikan, kita perlu berubah,” ujar Ogawa tegas, sekaligus memberi sinyal akan ada penyaringan ketat bagi mereka yang tak berkembang.






