Daerah

495 Rumah Warga di Padangsidimpuan Rusak Akibat Diterjang Banjir

×

495 Rumah Warga di Padangsidimpuan Rusak Akibat Diterjang Banjir

Sebarkan artikel ini
Padangsidimpuan
Pusdalops PB Sumut mencatat 495 rumah warga di Kota Padangsidimpuan rusak aibat banjir. Foto: Dok. Pusdalops Sumut

Ringkasan Berita

  • Sebelumnya, bencana banjir dan longsor melanda Kota Padangsidimpuan dan sekitarnya pada Kamis (13/3) malam.
  • Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat sebanyak 49…
  • Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyun…

TOPIKSERU.COM, PADANGSIDIMPUAN – Banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), sejak Kamis (13/3), menyebabkan ratusan rumah warga rusak.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat sebanyak 495 rumah rusak akibat diterjang banjir dan longsor.

Sebelumnya, bencana banjir dan longsor melanda Kota Padangsidimpuan dan sekitarnya pada Kamis (13/3) malam.

Pusdalops PB Sumut mencatat rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 164 unit, rusak sedang tercatat 103 rumah. Sedangkan untuk kategori rusak ringan tercatat 228 unit rumah.

Bencana banjir dan longsor melanda enam kecamatan yang menyebabkan puluhan desa terkena dampak.

Selain itu, sejumlah fasilitas umum juga terdampak seperti satu sekolah rusak sedang dan rumah ibadah dengan tingkat kerusakan sedang dan ringan.

Baca Juga  27 Titik Rel Longsor, KA Cut Meutia Dihentikan Sementara: KAI Utamakan Keselamatan

Adapun enam kecamatan yang terlanda bencana tersebut yakni Padangsidimpuan Utara, Padangsidimpuan Selatan, Padangsidimpuan Batunadua, Padangsidimpuan Angkola Julu, Padangsidimpuan Tenggara, dan Hutaimbru.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan data tersebut merupakan data sementara yang masuk dari Pusdaslops PB Sumut.

Yuyun sapaan akrabnya mengatakan BPBD setempat telah melakukan upaya penanganan yang melibatkan pemangku kebijakan terkait.

“Pihak terkait telah melakukan penilaian awal kejadian bencana di lokasi bencana, melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak banjir dan melakukan operasi SAR terhadap korban yang hilang,” kata dia.

Selain itu dia menambahkan pihak terkait juga melakukan pemenuhan kebutuhan dasar terhadap masyarakat terdampak bencana, melakukan perencanaan, penentuan rencana operasi, dan evaluasi penanganan darurat, serta mendirikan posko.

Pihaknya juga melakukan pendampingan sistem komando penanganan darurat bencana dan keposkoan dan menurunkan sumber daya manusia di lokasi bencana.

“Berdasarkan laporan, ketinggian air sudah menurun drastis di enam kecamatan. Saat ini masyarakat bersama pemerintah daerah dan relawan sedang melakukan proses pembersihan material,” pungkasnya.