Daerah

Rico Waas Selidiki Dugaan Jatah BBM Petugas Kebersihan Medan Polonia ‘Disunat’

×

Rico Waas Selidiki Dugaan Jatah BBM Petugas Kebersihan Medan Polonia ‘Disunat’

Sebarkan artikel ini
Korupsi Medan Fashion Festival
Wali Kota Medan Rico Waas. Foto: Topikseru.com

Ringkasan Berita

  • Rico Waas mengatakan sedang melakukan investigasi atas informasi yang dialami oleh puluhan petugas pengangkut sampah …
  • "Soal dugaan kasus BBM Petugas Kebersihan di Kecamatan Polonia sedang saya investigasi.
  • Saya sudah dengar (dapat laporan)," kata Wali Kota Medan Rico Waas di kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (11/4).

Topikseru.com, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan akan mengusut terkait anggaran bahan bakar minyak (BBM) petugas pengangkut sampah di Kecamatan Medan Polonia yang diduga belum disalurkan.

Rico Waas mengatakan sedang melakukan investigasi atas informasi yang dialami oleh puluhan petugas pengangkut sampah di Kota Medan itu.

“Soal dugaan kasus BBM Petugas Kebersihan di Kecamatan Polonia sedang saya investigasi. Saya sudah dengar (dapat laporan),” kata Wali Kota Medan Rico Waas di kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (11/4).

Dia mengatakan sejak resmi menjadi Wali Kota Medan, telah mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga para lurah, agar bekerja secara professional.

Rico menegaskan kepada jajarannya untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan, seperti korupsi, pungutan liar (pungli) dan selalu disiplin melayani masyarakat.

“Mudah-mudahan bisa dapat, karena kita sudah berulang-ulang bicara hal seperti ini mulai OPD, kecamatan, saya tidak mau lagi kejadian (seperti ini). Ini (sekarang) masuk lagi berita kayak begini, kan lumayan bikin kita enggak nyaman,” ujar Rico Waas.

Wali Kota Medan Rico Waas pernah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Camat Medan Polonia yang berujung pencopotan camat.

Baca Juga  Mengapa 1 Muharram Menjadi Hari Penting? Ini Sejarah dan Maknanya bagi Umat Islam

Menurut Rico, tidak hanya di Kecamatan Polonia, bila ditemukan adanya indikasi pelanggaran terkait jatah BBM petugas pengangkut sampah, dia akan mengecek seluruh kecamatan di Kota Medan.

“Kalau misalnya indikasinya satu kecamatan, kami akan cek ke seluruh (21 Kecamatan) yang ada, apakah ada indikasi serupa atau tidak. Tapi pasti kami investigasi,” kata Rico.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPRD Medan Fauzi juga mengecam keras dugaan penggelapan anggaran BBM becak motor pengangkut sampah di Kecamatan Medan Polonia.

Politikus Gerindra ini menyerukan kepada pejabat Kecamatan Polonia segera memberikan hak para pengangkut sampah.

“DPRD Medan mengecam keras dugaan penggelapan ini. Saya sudah mendengar informasi dugaan penggelapan atau korupsi uang BBM becak pengangkut sampah (Bestari) di Medan Polonia. Keseluruhan ada 22 becak pengangkut sampah yang anggaran BBM-nya ditanggung oleh kecamatan.

“Saya minta apa yang menjadi hak petugas Bestari harus segera disalurkan. Persoalan ini nanti akan kami bawa ke RDP,” imbuhnya.

Selain itu, Fauzi mengaku mendengar adanya intimidasi terhadap petugas Bestari di Medan Polonia setelah kasus dugaan penggelapan uang BBM.

Menurut informasi yang diterimanya, para petugas Bestari dipaksa menandatangani pernyataan yang isinya menyatakan bahwa uang BBM dari Juli-Desember 2024 telah diterima oleh petugas Bestari. Diduga tanggal surat dibuat mundur, dan baru dibuat tahun 2025.

“Stop intimidasi terhadap petugas Bestari. Teman-teman Bestari jangan takut, masalah ini tetap kami kawal,” tegas Fauzi.