Daerah

Sekretariat GMNI FH USU Didatangi Intelijen, Diskusi Disusupi Pria Berbadan Tegap

×

Sekretariat GMNI FH USU Didatangi Intelijen, Diskusi Disusupi Pria Berbadan Tegap

Sebarkan artikel ini
Sekretariat GMNI FH USU
lustrasi personel intelijen Foto: Doc/Washington Examiner

Ringkasan Berita

  • Petugas diduga personel intelijen kepolisian itu datang setelah mereka menggelar diskusi pada Selasa (22/4).
  • Sekretaris Jenderal GMNI Komisariat FH USU Burju Hutasoit mengatakan petugas kepolisian yang datang ke sekretariat me…
  • Dia mengatakan kedatangan aparat intelijen itu sehari setelah mereka menggelar diskusi bertajuk “Menyuarakan Revolu…

Topikseru.com, MEDAN – Sekretariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) mendadak didatangi aparat kepolisian berpakaian preman. Petugas diduga personel intelijen kepolisian itu datang setelah mereka menggelar diskusi pada Selasa (22/4).

Sekretaris Jenderal GMNI Komisariat FH USU Burju Hutasoit mengatakan petugas kepolisian yang datang ke sekretariat mereka diduga Kepala Unit Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polsek Medan Baru Iptu Heron Purba bersama anggotanya.

“Sekretariat kami didatangi oleh Kanit Intel Polsek Medan Baru pada Rabu (23/4),” kata Burju Hutasoit, kepada Topikseru.com, Kamis (24/4).

Dia mengatakan kedatangan aparat intelijen itu sehari setelah mereka menggelar diskusi bertajuk “Menyuarakan Revolusi Kesejahteraan dan Perlindungan Buruh dari Kekerasan Struktural”.

Burju menilai kehadiran aparat ke sekretariat organiasi mahasiswa itu sebagai ancaman terhadap kebebasan berekspresi dan menjadi sinyal represif terhadap gerakan mahasiswa.

“Kami menilai ini adalah bentuk kekhawatiran pemerintah terhadap gerakan masyarakat yang menyuarakan keadilan,” ujar Burju Hutasoit.

Baca Juga  Agak Laen! Tarif Parkir di Medan Membengkak 200%, Ternyata Ini Dalangnya...

Dia mengatakan pihaknya sempat menanyakan kedatangan Iptu Heron dan anggota ke sekretariat GMNI FH USU. Namun, kader GMNI tidak mendapat penjelasan yang utuh.

Pria yang diduga Kanit Intelkam Polsek Medan Baru itu menjelaskan bahwa hanya melakukan monitoring, tetapi ada kesan inkonsistensi dalam memberikan penjelasan.

“Ketika kami bertanya lebih lanjut, beliau justru terlihat ragu dan banyak berdalih,” ujar Burju Hutasoit.

Diskusi Diduga Disusupi Intelijen

Burju Hutasoit mengatakan sebelum didatangi aparat intelijen polisi, saat menggelar diskusi, mereka mencurigai ada penyusup yang datang.

Kendati didatangi penyusup, diskusi tetap berjalan hingga selesai.

“Kami mencurigai seseorang yang berpenampilan tegap, berambut panjang, dan bertubuh sedikit kurus sebagai penyusup,” kata Burju.

Namun, dia mengatakan kedatangan aparat ke sekretariat sehari setelah diskusi menciptakan rasa tidak nyaman di kalangan mahasiswa.

Dalam diskusi tersebut, GMNI FH USU membahas isu kesejahteraan buruh serta kekerasan struktural yang kerap terjadi.

Tema ini dinilai sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, terlebih di tengah meningkatnya tuntutan terhadap pemerintah untuk melindungi hak-hak buruh.

Situasi ini memunculkan kembali diskursus tentang relasi antara kebebasan berekspresi dan sikap aparat negara.