Daerah

KNPI Sumut Dukung Sikap Tegas Kapolda Sumut Tangani Kasus Kapolres Belawan

×

KNPI Sumut Dukung Sikap Tegas Kapolda Sumut Tangani Kasus Kapolres Belawan

Sebarkan artikel ini
KNPI Sumut
Ketua Terpilih DPD KNPI Sumut, Aldi Syahputra Siregar. Foto: Dok. Pribadi

Ringkasan Berita

  • Ketua Terpilih DPD KNPI Sumut Aldi Syahputra Siregar mengatakan kebijakan menonaktifkan Kapolres Belawan dalam kasus …
  • "Untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam menangani suatu kejadian dibutuhkan langkah konkret agar tida…
  • Hal ini penting agar proses pengungkapan kebenaran dapat dilakukan secara objektif dan terang benderang," kata Aldi S…

Topikseru.com, MEDAN – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Sumatera Utara mengapresiasi sikap tegas Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dalam menyikapi kasus penembakan yang menewaskan seorang remaja di Belwan, dengan menonaktifkan Kapolres Belawan AKBP Oloan Siahaan.

Ketua Terpilih DPD KNPI Sumut Aldi Syahputra Siregar mengatakan kebijakan menonaktifkan Kapolres Belawan dalam kasus penembakan remaja yang diduga terlibat tawuran, sebagai bentuk nyata transparansi dan akuntabilitas dalam tubuh Polri.

“Untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam menangani suatu kejadian dibutuhkan langkah konkret agar tidak terjadi kecurigaan terhadap institusi kepolisian. Hal ini penting agar proses pengungkapan kebenaran dapat dilakukan secara objektif dan terang benderang,” kata Aldi Syahputra melalui keterangan tertulis, Kamis (8/5).

Aldi menilai penonaktifan AKBP Oloan Siahaan dari jabatan Kapolres Belawan akibat penembakan terhadap diduga pelaku tawuran bukan bentuk lepas tangan, melainkam wujud tanggung jawab dan profesionalisme serta komitmen dalam menegakkan keadilan bagi semua pihak.

Baca Juga  Kompolnas Nilai Keputusan Menonaktifkan Kapolres Belawan Sudah Tepat

Menurutnya, keputusan Kapolda Sumut tersebut mencerminkan objektivitas dan profesionalisme dalam merespons kejadian yang menyita perhatian publik.

Ketua Terpilih DPD KNPI Sumut ini percaya bahwa Irjen Whisnu Hermawan Februanto telah mempertimbangkan langkah ini secara matang dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Bukan berarti langkah penonaktifan itu adalah sebuah legitimasi yang disampaikan oleh Kapolda Sumut yang menyatakan bahwa Kapolres Belawan mutlak bersalah, melainkan itu adalah langkah yang harus diambil sampai proses penyelidikan selesai,” ujar Aldi.

Kendati demikian, Aldi menyikapi peristiwa penembakan yang menewaskan seorang remaja oleh Kapolres Belawan saat menertibkan aksi tawuran.

Dia menilai di tengah situasi kamtibmas di wilayah Medan Utara, KNPI Sumut mendukung adanya upaya untuk menuntaskan dan menciptakan situasi yang kondusif di Belawan.

“Harapan ini mungkin juga menjadi keinginan dari maasyarakat, khususnya di Belawan, yang menginginkan Polri harus tetap berani melakukan tindakan tegas terhadap pelaku tawuran. Mengingat sudah adanya kobran baik dari masyarakjat maupun anggota Polri hingga mengalami cacat permanen,” pungkasnya.