Ringkasan Berita
- Peristiwa ini sempat menghebohkan warga di Jalan Muchtar Basri, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara.
- Agam Zubir selaku Ketua Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (8…
- Polisi telah meringkus dua pelaku dalam kasus pengiriman paket kardus mayat bayi ini.
Topikseru.com, MEDAN – Pelaku pengirim paket berisi mayat bayi dalam kardus yang dikirim melalui aplikasi ojek daring akhirnya diringkus polisi. Peristiwa ini sempat menghebohkan warga di Jalan Muchtar Basri, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara.
Polisi telah meringkus dua pelaku dalam kasus pengiriman paket kardus mayat bayi ini. Kedunaya inisial NH dan R, abang kandungnya.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto membenarkan atas informasi penangkapan kedua pelaku terkait paket mayat bayi itu.
“Ada dua pelaku yang sudah kami tangkap. Kedua pelaku abang beradik,” kata AKBP Bayu, Jumat (9/5).
AKBP Bayu mengatakan pihaknya menangkap pelaku di Kecamatan Medan Belawan.
NH dan R merupakan orang yang menyerahkan paket berisi mayat bayi kepada driver ojek daring.
“Diduga bayi itu dilahirkan oleh NH. Nah, dugaan kuatnya bayi itu dari hasil hubungan terlarang antara NH dan R,” ujar Bayu.
“Akan tetapi untuk memastikan dugaan tersebut kami akan melakukan tes DNA,” imbuhnya.
Paket Mayat Bayi Menghebohkan
Sebelumnya, seorang driver ojek online, Yusuf Ansari, terkejut mendapatkan paket Gosend berisi mayat bayi di Kota Medan.
Agam Zubir selaku Ketua Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/5/2025) pagi.
Mulanya, Yusuf mendapat orderan Gosend sekitar pukul 08.00 WIB dari seseorang dengan nama yang tertera di akun, Rudi.
Dia berjumpa dengan Rudi yang sedang bersama seorang wanita di depan Indomaret, Jalan KL Yos Sudarso.
“Yusuf menerima barang yang mau diantar ke penerima bernama Putri. Paket ini berupa satu kotak kardus,” kata Agam, melansir Kompas.com melalui saluran telepon.
Setelah menerima paket, Yusuf beranjak ke Jalan Kapten Muchtar Basri, Kecamatan Medan Timur.
Setibanya di lokasi, Yusuf menelepon nomor Putri.
“Nah, si customer ini sempat meminta agar paket itu diberikan ke marbot masjid. Namun, Yusuf menolak karena tidak ada orang di lokasi,” ucap Agam.
Tak lama, Yusuf tidak dapat menghubungi Putri lagi.
Dia pun berupaya menanyakan kepada warga sekitar apakah mengenal customer tersebut.
“Karena tak ada yang kenal, inisiatiflah dia membuka paket itu bersama warga sekitar. Terus terkejutlah, rupanya ada mayat bayi,” ucap Agam.
“Jadi, di dalam kardus itu ada beberapa helai kain dan di bawahnya ada bayi,” tambahnya.
Setelah itu, mereka pun menghubungi pihak berwajib untuk menangani masalah tersebut.













