Daerah

Tengku Syahdana Resmi Diangkat Memimpin Kesultanan Serdang

×

Tengku Syahdana Resmi Diangkat Memimpin Kesultanan Serdang

Sebarkan artikel ini
Kesultanan Serdang
Tengku Syahdana pewaris dan pemegang gelar adat Tengku Sri Maharaja Wazir Ramunia Kesultanan Serdang. Foto: Dok. Pribadi

Ringkasan Berita

  • Pengangkatan Tengku Syahdana dilakukan setelah wafatnya Tengku Sri Maharaja Hermansyah AMP bin Tengku Amry Masnyur, y…
  • Dalam prosesi pengangkatan yang berlangsung penuh khidmat pada Rabu (14/5/2025) kemarin, Kepala Adat Kesultanan Serda…
  • Dengan dilantiknya pemimpin baru, Kesultanan Serdang berharap kesinambungan nilai adat, tradisi, dan marwah kerajaan …

Topikseru.com, MEDAN – Musyawarah Kerapatan Adat Kesultanan Serdang memutuskan mengangkat Tengku Syahdana sebagai pewaris dan pemegang gelar adat Tengku Sri Maharaja Wazir Ramunia Kesultanan Serdang.

Pengangkatan Tengku Syahdana dilakukan setelah wafatnya Tengku Sri Maharaja Hermansyah AMP bin Tengku Amry Masnyur, yang merupakan abang kandung Tengku Syahdana.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat kerajaan, dan sesuai prinsip Kesultanan Serdang yang memegang teguh tradisi “Raja mangkat, Raja menanam” yang bermakna bahwa hanya seorang Raja pula yang dapat memakamkan Raja, maka dilakukan pengangkatan penerus tahta pada saat yang sama.

Tengku Syahdana dikenal luas sebagai birokrat di pemerintahan pusat. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat di Badan Gizi Nasional, lembaga setingkat kementerian yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga  Terbongkar! Polda Sumut Ungkap Pabrik Liquid Vape Narkoba Rp 300 Miliar di Apartemen Mewah Medan

Dalam prosesi pengangkatan yang berlangsung penuh khidmat pada Rabu (14/5/2025) kemarin, Kepala Adat Kesultanan Serdang Tuanku Achmad Thala’a Syariful Alamsyah membacakan surat ceri (pengangkatan resmi adat).

Kemudian secara resmi menyelipkan sebuah keris pusaka, dan menyematkan pin kesultanan kepada Tengku Syahdana sebagai simbol pengesahan gelar adat dan amanah kebesaran kerajaan.

Selain itu, Tengku Rayhan putra Tengku Hermansyah, turut dikukuhkan sebagai Timbalan (Wakil Raja) dalam prosesi yang dilakukan di hadapan jenazah almarhum Tengku Sri Maharaja VII, sesaat sebelum jenazah diberangkatkan ke Masjid Raya Al Mahsun Medan untuk dimakamkan.

Dengan dilantiknya pemimpin baru, Kesultanan Serdang berharap kesinambungan nilai adat, tradisi, dan marwah kerajaan dapat terus dijaga dan dilestarikan di tengah dinamika zaman.