Ringkasan Berita
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samosir menyebutkan bahwa meski pemadaman telah dilakukan secara intensif …
- "Sampai saat ini kondisi api belum padam di kawasan hutan tersebut," kata Kepala BPBD Samosir, Sarimpol Manihuruk, da…
- Tim Gabungan Dikerahkan Padamkan Api Untuk mengendalikan situasi, BPBD Samosir mengerahkan satu unit mobil pemadam le…
Topikseru.com – Hutan Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut) terbakar hingga Selasa malam (2/7). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samosir menyebutkan bahwa meski pemadaman telah dilakukan secara intensif sejak Senin, kobaran api masih belum dapat dijinakkan sepenuhnya.
“Sampai saat ini kondisi api belum padam di kawasan hutan tersebut,” kata Kepala BPBD Samosir, Sarimpol Manihuruk, dalam pernyataannya.
Menurut Sarimpol, terdapat empat titik api yang terpantau di lokasi, membakar kawasan hutan pinus hingga mendekati Menara Pandang Tele, salah satu ikon wisata alam Samosir.
Lokasi yang cukup sulit dijangkau, kontur tanah berbukit, serta angin kencang membuat proses pemadaman menjadi lebih menantang.
Tim Gabungan Dikerahkan Padamkan Api
Untuk mengendalikan situasi, BPBD Samosir mengerahkan satu unit mobil pemadam lengkap dengan personel. Mereka dibantu oleh dua unit mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran Samosir.
Upaya pemadaman juga melibatkan Satpol PP, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, aparat TNI/Polri, serta pihak kecamatan yang tergabung dalam Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Samosir.
“Kami terus bekerja keras bersama para pemangku kepentingan untuk memadamkan api,” tegas Sarimpol.
Malam ini, atas permohonan resmi Pemkab Samosir, BPBD Provinsi Sumatera Utara juga mengirim bantuan personel dan dua unit mobil kebakaran ke lokasi.
Di tengah proses pemadaman, Pemkab Samosir juga terus menggencarkan sosialisasi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat.
Menurut Tunggul Sinaga, Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, pendekatan edukatif sangat penting agar masyarakat lebih sadar dalam menjaga hutan dan mencegah pembakaran lahan, terutama di musim kemarau.
“Kami ajak semua elemen masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan di wilayah masing-masing. Ini tanggung jawab bersama,” ujar Tunggul.
Titik Api di Lokasi Wisata, Potensi Bahaya Semakin Nyata
Kawasan Hutan Tele yang kini terbakar merupakan salah satu zona lindung sekaligus wilayah penyangga destinasi wisata andalan Kabupaten Samosir.
Jika api tak segera padam, ancaman terhadap ekosistem, infrastruktur wisata, hingga keselamatan warga dan pengunjung semakin besar.
Pengamat lingkungan dari USU, Ricky Simanjuntak, mengatakan penanganan cepat penting agar kebakaran tidak meluas ke kawasan permukiman atau objek vital lainnya.
“Kalau Tele sampai rusak permanen, itu bukan hanya krisis ekologi tapi juga krisis ekonomi wisata,” ujarnya.








