Ringkasan Berita
- Suasana hening pecah oleh air mata haru dan ucapan syukur.
- Mereka kembali ke tanah air usai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, membawa harapan: haji yang mabrur dan perubaha…
- Kepala Subbag Humas PPIH Debarkasi Medan, Mulia Banurea, menginformasikan bahwa satu jemaah dari Kloter 18 wafat di M…
Topikseru.com – Langit masih gelap ketika suara azan subuh berkumandang menyambut kedatangan 359 jemaah haji Kloter 18 Debarkasi Medan, Kamis (3/7) pukul 04.59 WIB.
Suasana hening pecah oleh air mata haru dan ucapan syukur. Mereka kembali ke tanah air usai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, membawa harapan: haji yang mabrur dan perubahan hidup yang lebih baik.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Ahmad Qosbi, langsung menyambut para jemaah dengan hangat dan doa.
“Ahlan wa sahlan, selamat kembali ke tanah air. Semoga segala amal ibadah diterima Allah SWT dan memperoleh haji mabrur,” ucapnya penuh khidmat.
Dalam sambutannya, Qosbi menegaskan bahwa kemabruran bukan hanya urusan spiritual di Tanah Suci, tapi juga tanggung jawab sosial dan moral setibanya di kampung halaman.
“Jaga kemabruran dengan sikap dan perilaku yang membawa kedamaian. Jadilah panutan di keluarga, lingkungan, dan tempat kerja,” tegasnya.
Qosbi juga mengingatkan agar jemaah menjauhi perbuatan yang bisa merusak kemabruran haji, sebagai bentuk tanggung jawab moral di tengah masyarakat.
Kepala Subbag Humas PPIH Debarkasi Medan, Mulia Banurea, menginformasikan bahwa satu jemaah dari Kloter 18 wafat di Makkah, yakni Drohaini Harahap asal Padanglawas (manifest 037).
Jemaah itu meninggal dunia pada 9 Juni 2025, saat menjalani rangkaian ibadah haji.
“Kami turut berduka cita, semoga Allah menerima amal ibadah almarhumah dan menempatkannya di tempat terbaik,” ujar Banurea.







