Ringkasan Berita
- Seorang calon jaksa dari Kejaksaan Negeri atau Kejari Simalungun, Reynanda Primta Ginting, berpulang saat tengah menj…
- Upacara pelepasan jenazah turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi kejaksaan, termasuk Kajati Sumut Idianto, Kajar…
- Tragedi ini menjadi pukulan berat bagi institusi penegak hukum tersebut, yang dikenal menanamkan nilai dedikasi tingg…
Topikseru.com – Bendera duka berkibar di lingkungan Korps Adhyaksa. Seorang calon jaksa dari Kejaksaan Negeri atau Kejari Simalungun, Reynanda Primta Ginting, berpulang saat tengah menjalankan tugas di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Tragedi ini menjadi pukulan berat bagi institusi penegak hukum tersebut, yang dikenal menanamkan nilai dedikasi tinggi dalam setiap tugas anak mudanya.
“Kami menyampaikan belasungkawa mendalam dari Jaksa Agung RI dan seluruh Korps Adhyaksa di Indonesia atas berpulangnya ananda Reynanda Primta Ginting dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Adhyaksa muda,” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Febrie Adriansyah saat upacara penyerahan jenazah di Jambur Taras 212, Pancurbatu, Sabtu (5/7).
Gugur Saat Amankan Saksi
Dari keterangan resmi Kasipenkum Kejati Sumut, Adre W. Ginting, disebutkan bahwa Reynanda bersama tim tengah melaksanakan tugas pemanggilan saksi yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Kejadian bermula di sebuah kafe di tepi sungai di Asahan.
“Saat hendak mengamankan saksi, yang bersangkutan melakukan perlawanan dan melompat ke sungai. Dalam proses itulah almarhum terjatuh dan terbawa arus,” jelas Adre.
Jenazah Reynanda ditemukan keesokan harinya, setelah dilakukan pencarian intensif. Ia kemudian dimakamkan di Namorih, Pancurbatu, Deli Serdang, dengan prosesi yang dihadiri para pejabat tinggi kejaksaan di Sumut.
Sosok Berdedikasi Tinggi
Harli Siregar, Kapuspenkum Kejagung RI, yang baru saja ditunjuk sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, menyampaikan bahwa sosok Reynanda dikenal memiliki dedikasi yang tinggi dan melebihi panggilan tugasnya.
“Beliau telah pergi saat melakukan pengabdian terbaiknya. Ini bukan sekadar kehilangan bagi institusi, tapi luka yang dalam bagi kami semua,” kata Harli.
Upacara pelepasan jenazah turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi kejaksaan, termasuk Kajati Sumut Idianto, Kajari Simalungun Irfan Hergianto, dan Kajari dari berbagai daerah di Sumut.







