Daerah

Pelanggaran Melonjak di Operasi Patuh Toba 2025, Helm Masih Jadi Masalah Utama

×

Pelanggaran Melonjak di Operasi Patuh Toba 2025, Helm Masih Jadi Masalah Utama

Sebarkan artikel ini
Operasi Patuh Toba 2025
Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita saat memberikan keterangan, Senin (28/7/2025).

Ringkasan Berita

  • Sebanyak 5.218 pelanggaran tercatat hanya dalam dua pekan, dengan 3.978 di antaranya berujung tilang.
  • Edukasi Hingga Kampus Parwita menegaskan, Polrestabes Medan telah menggelar 86 kegiatan penyuluhan selama operasi ber…
  • Sementara 1.240 pelanggar lainnya masih diberi teguran.

Topikseru.com – Jumlah pelanggaran lalu lintas di Kota Medan selama Operasi Patuh Toba 2025 melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebanyak 5.218 pelanggaran tercatat hanya dalam dua pekan, dengan 3.978 di antaranya berujung tilang. Sementara 1.240 pelanggar lainnya masih diberi teguran.

Helm Jadi Biang Kerok Pelanggaran Lalu Lintas

Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP I Made Parwita mengungkapkan, mayoritas pelanggaran didominasi pengendara yang tidak memakai helm SNI dan melawan arus.

“Paling banyak itu tidak menggunakan helm. Data kami mayoritas pelanggar berusia 21 sampai 25 tahun – artinya karyawan muda dan mahasiswa,” kata Parwita, Senin (28/7/2025).

Sebagai perbandingan, pada Operasi Patuh Toba 2024, hanya tercatat 4.947 pelanggaran. Tilang yang dikeluarkan juga lebih sedikit, yakni 2.913 set, sedangkan 2.034 pelanggar mendapat teguran.

Baca Juga  Tak Kenal Waktu, Polrestabes Medan Kembali Gerebek Kampung Narkoba Jermal 15

Kecelakaan Lalu Lintas Turun Meski Pelanggaran Naik

Ironisnya, meski pelanggaran meningkat, angka kecelakaan lalu lintas justru menurun.

Pada Operasi Patuh Toba 2025, terdapat 9 peristiwa kecelakaan dengan 4 korban jiwa, 4 luka berat, dan 10 luka ringan.

“Penindakan yang lebih maksimal membuat pengawasan di lapangan lebih ketat, tapi masih banyak yang bandel,” ujar Parwita.

Sebagai perbandingan, pada 2024, tercatat 10 kecelakaan dengan 2 korban meninggal, 5 luka berat, dan 7 luka ringan.

Edukasi Hingga Kampus

Parwita menegaskan, Polrestabes Medan telah menggelar 86 kegiatan penyuluhan selama operasi berlangsung, mulai dari sosialisasi ke komunitas kendaraan roda dua dan empat, hingga ke pengusaha angkutan barang.

Selain itu, ratusan spanduk, billboard, hingga stiker peringatan dipasang di titik-titik rawan kecelakaan.

“Kami akan lebih gencar masuk ke kampus-kampus. Karena pelanggar terbanyak adalah mahasiswa dan pekerja muda,” kata Parwita.

Ia juga meminta warga lebih sadar keselamatan.

“Gunakan helm SNI dan patuhi rambu lalu lintas. Itu untuk keamanan kita bersama,” pungkasnya.