Ringkasan Berita
- Prakiraan Cuaca: Berawan Pagi, Hujan Siang dan Malam Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Defri Mandoza, menjelaskan bah…
- Suhu Ekstrem, Titik Panas Masih Terpantau BMKG mencatat suhu udara Sumatera Utara diperkirakan berkisar antara 15 hin…
- Angin umumnya bertiup dari arah selatan hingga barat daya, dengan kecepatan 3–11 kilometer per jam.
Topikseru.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca di Sumatera Utara (Sumut) pada akhir pekan pada Sabtu, 2 Agustus 2025.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang akan mengguyur sebagian besar wilayah Sumut pada Sabtu. Masyarakat diminta agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
Prakiraan Cuaca: Berawan Pagi, Hujan Siang dan Malam
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Defri Mandoza, menjelaskan bahwa cuaca di Sumut umumnya berawan pada Sabtu pagi, dengan potensi hujan ringan di kawasan Langkat.
Pada siang hari, hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur wilayah Pakpak Bharat, Dairi, Gunungsitoli, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Langkat, Toba, Kepulauan Nias, dan Padang Lawas.
Sementara pada malam hari, giliran Asahan dan sekitarnya berpeluang diguyur hujan ringan hingga sedang. Memasuki dini hari, potensi hujan ringan juga terdeteksi di Langkat serta Serdang Bedagai.
Suhu Ekstrem, Titik Panas Masih Terpantau
BMKG mencatat suhu udara Sumatera Utara diperkirakan berkisar antara 15 hingga 36 derajat Celsius, dengan kelembapan udara di angka 51 hingga 97 persen.
Angin umumnya bertiup dari arah selatan hingga barat daya, dengan kecepatan 3–11 kilometer per jam.
Lebih lanjut, berdasarkan citra satelit pada 31 Juli 2025, BBMKG mendeteksi tujuh titik panas yang tersebar di:
Padang Lawas Utara (2 titik)
Toba (2 titik)
Padang Lawas (1 titik)
Pakpak Bharat (1 titik)
Tapanuli Utara (1 titik)
BMKG Ingatkan Waspada Bencana Hidrometeorologi
Defri Mandoza mengingatkan, potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang patut diwaspadai, terutama di kawasan lereng barat dan pantai barat Sumut.
“Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang,” kata Defri.
BMKG meminta masyarakat memantau informasi cuaca terkini dan tidak lengah terhadap perubahan cuaca mendadak, apalagi dengan adanya titik panas yang masih terpantau di beberapa wilayah.













