Daerah

Peristiwa Sound Horeg di Kudus: Hiburan Malam yang Berujung Ricuh

×

Peristiwa Sound Horeg di Kudus: Hiburan Malam yang Berujung Ricuh

Sebarkan artikel ini
Sound horeg
Ilustrasi - Acara hajatan menggunakan sound horeg

Ringkasan Berita

  • Masyarakat mengenalnya sebagai sound horeg, istilah untuk pesta musik jalanan atau hajatan dengan perangkat pengeras …
  • Peristiwa ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga memunculkan kembali perdebatan lama soal budaya sou…
  • Aparat kepolisian setempat turun tangan untuk mengamankan situasi dan membubarkan acara sebelum semakin memanas.

Topikseru.com – Sebuah hajatan warga di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi sorotan publik setelah digelar acara sound horeg yang berujung ricuh.

Peristiwa ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga memunculkan kembali perdebatan lama soal budaya sound system berdaya besar di pedesaan.

Masyarakat mengenalnya sebagai sound horeg, istilah untuk pesta musik jalanan atau hajatan dengan perangkat pengeras suara superbesar.

Dentuman musik keras yang menggema hingga larut malam sering kali memicu konflik, mulai dari komplain warga hingga aksi keributan.

Kudus menjadi contoh terbaru bagaimana fenomena ini kembali memunculkan persoalan sosial.

Kronologi Peristiwa Sound Horeg di Kudus

Berdasarkan informasi yang dihimpun, acara sound horeg itu berlangsung di sebuah hajatan pernikahan di wilayah Kecamatan Dawe, Kudus.

Awalnya, suasana berlangsung meriah dengan dentuman musik dangdut remix yang diputar hingga dini hari.

Namun, sekitar tengah malam, sejumlah warga yang merasa terganggu mendatangi lokasi dan meminta agar musik dihentikan.

Permintaan itu ditanggapi berbeda oleh panitia hajatan. Suasana panas tak bisa dihindari hingga berujung adu mulut bahkan hampir bentrok fisik.

Aparat kepolisian setempat turun tangan untuk mengamankan situasi dan membubarkan acara sebelum semakin memanas.

Sound Horeg, Budaya Hiburan atau Sumber Masalah?

Fenomena sound horeg bukan hal baru di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jawa Barat. Bagi sebagian kalangan, hajatan tanpa dentuman sound system berdaya besar terasa kurang meriah.

Namun, bagi warga sekitar, terutama yang tinggal berdekatan dengan lokasi acara, suara bising hingga dini hari dianggap sebagai bentuk polusi suara.

Respons Aparat dan Regulasi

Pihak kepolisian Kudus menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap izin keramaian yang melibatkan sound system besar.

“Kami tidak melarang warga berpesta, tapi ada aturan soal batas waktu dan tingkat kebisingan,” kata Kapolres Kudus dalam keterangannya.

Regulasi sebenarnya sudah ada: Peraturan Daerah Jawa Tengah mengatur bahwa hiburan rakyat wajib mengutamakan keamanan, ketertiban, serta tidak boleh mengganggu lingkungan sekitar.

Namun, lemahnya pengawasan dan minimnya kesadaran sosial membuat kasus seperti peristiwa sound horeg di Kudus terus berulang.

Kasus Kudus menjadi pengingat bahwa hiburan rakyat tetap harus menimbang kepentingan bersama. Budaya sound horeg mungkin lahir dari semangat kebersamaan dan ekspresi, tetapi tanpa kontrol, ia bisa berubah menjadi sumber gesekan sosial.

Dentuman yang dimaksudkan sebagai hiburan, bisa berubah menjadi ledakan konflik jika tidak dikendalikan.