Ringkasan Berita
- "Gangguan cuaca bibit siklon di perairan Filipina ini dapat menambah massa udara di wilayah Aceh, sehingga menimbulka…
- Selain hujan, kondisi cuaca juga ditandai angin dari arah barat dengan kecepatan 5 – 20 kilometer per jam.
- Suhu udara di wilayah pantai barat selatan Aceh tercatat 23 – 31 derajat celcius, dengan kelembaban mencapai 70 – 95 …
Topikseru.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya bibit siklon tropis di perairan Filipina yang memicu peningkatan curah hujan di wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
“Gangguan cuaca bibit siklon di perairan Filipina ini dapat menambah massa udara di wilayah Aceh, sehingga menimbulkan tumbuhnya awan penyebab hujan lebat,” kata prakirawati Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Almira Aprilianti, Minggu (31/8).
Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Aceh
BMKG menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sejumlah daerah di Provinsi Aceh, seperti di Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Selatan.
Selanjutnya, wilayah Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Simeulue (pulau terluar Aceh).
Selain hujan, kondisi cuaca juga ditandai angin dari arah barat dengan kecepatan 5 – 20 kilometer per jam.
Suhu udara di wilayah pantai barat selatan Aceh tercatat 23 – 31 derajat celcius, dengan kelembaban mencapai 70 – 95 persen.
“Pada dini hari hingga pagi dan siang hari, cuaca masih berawan dan cerah tebal,” jelas Almira.
Gelombang dan Imbauan
Pemantauan BMKG juga mencatat tinggi gelombang di Samudera Hindia barat Aceh berada di kisaran 0,5 – 1,5 meter. Kondisi ini relatif aman bagi pelayaran, meski masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran di tengah cuaca yang dinamis.
Fenomena bibit siklon di Filipina ini diperkirakan masih memengaruhi pola cuaca Aceh dalam beberapa hari ke depan.
BMKG meminta masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, untuk terus memantau informasi cuaca terbaru.













