Daerah

Atlet Karate 11 Tahun, Fahri Akbar, Tewas dalam Kecelakaan Bus ALS di Tol Padang-Sicincin

×

Atlet Karate 11 Tahun, Fahri Akbar, Tewas dalam Kecelakaan Bus ALS di Tol Padang-Sicincin

Sebarkan artikel ini
Atlet karate
Petugas Kepolisian menangani peristiwa kecelakaan bus pariwisata ALS yang terjadi di Tol Padang-Sicincin pada Minggu (6/9) sekitar pukul 23.30 WIB.

Ringkasan Berita

  • Fahri merupakan salah satu korban tewas dalam kecelakaan bus ALS di pintu exit Tol Padang-Sicincin, Kabupaten Padang …
  • Kronologi Perjalanan Menuju Padang Faris menuturkan bahwa Fahri, anak ketiganya, berangkat ke Padang pada Rabu, 3 Sep…
  • Pantauan di rumah duka, tenda sudah terpasang di halaman.

Topikseru.com – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Fahri Akbar (11) di Jalan Taut, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Senin (8/9). Fahri merupakan salah satu korban tewas dalam kecelakaan bus ALS di pintu exit Tol Padang-Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Senin dini hari.

Pantauan di rumah duka, tenda sudah terpasang di halaman. Kursi berderet rapi untuk para pelayat. Satu per satu guru, kerabat, dan tetangga berdatangan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

Di ruang tamu, Faris Fauzy, ayah Fahri, tampak terduduk lemas dengan peci di kepala. Sesekali ia menyapa tamu yang datang, meski wajahnya masih diliputi kesedihan.

Kronologi Perjalanan Menuju Padang

Faris menuturkan bahwa Fahri, anak ketiganya, berangkat ke Padang pada Rabu, 3 September 2025, untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Karate Shindoka mewakili Sumatera Utara.

Dia berangkat bersama kakaknya, Fathir (13), serta sejumlah atlet lain dengan menggunakan bus ALS.

“Ibunya menyusul ke Padang keesokan harinya untuk menonton pertandingan,” kata Faris saat ditemui.

Minggu malam, rombongan memutuskan pulang ke Medan dengan bus ALS. Namun, pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Faris menerima telepon dari istrinya.

Nomor yang digunakan berbeda. Saat itu, sang istri memberi kabar mengejutkan “bus mengalami kecelakaan dan Fahri meninggal dunia”.

Baca Juga  Polisi Amankan Bus Pariwisata ALS yang Kecelakaan di Tol Padang-Sicincin, Dua Tewas dan 29 Luka

Faris sempat tak percaya. Dia meminta istrinya membawa Fahri ke rumah sakit terdekat. Tak lama kemudian, kabar duka kembali datang “hasil pemeriksaan medis menyatakan Fahri sudah tiada dan jenazah berada di RSU Pariaman”.

“Istri saya juga terluka di bagian belakang kepala. Kalau abangnya Fahri, Fathir, patah tangan,” ujar Faris dengan suara bergetar.

Jenazah Dibawa ke Medan

Pada Senin pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, jenazah Fahri diberangkatkan dari RSU Pariaman menuju Medan menggunakan ambulans. Keluarga memperkirakan jenazah tiba di rumah duka pada Selasa pagi.

Fahri dikenal sebagai atlet karate berbakat. Selama empat tahun terakhir, ia aktif dalam karate Shindoka Sumut, dan telah mengikuti lima kejuaraan, dengan torehan tiga gelar juara.

Sementara sang kakak, Fathir, juga sudah dua kali naik podium kejuaraan.

“Fahri bercita-cita jadi atlet nasional. Dia selalu bersemangat setiap kali ikut latihan maupun bertanding,” kenang Faris.

Harapan untuk Keselamatan Transportasi

Meski masih berduka, Faris berharap tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi pengemudi bus.

“Harapan saya ke depan, sopir bus bisa lebih hati-hati. Karena yang dibawa bukan barang, tapi nyawa manusia,” ujarnya.

Kecelakaan bus ALS di Tol Padang-Sicincin menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan menambah daftar panjang tragedi transportasi darat di Indonesia.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang menewaskan sejumlah penumpang tersebut.