Topikseru.com – Setiap 14 September, Indonesia memperingati Hari Kunjung Perpustakaan, sebuah momentum penting untuk mengingatkan kembali arti literasi dan budaya membaca. Peringatan ini ditetapkan sejak 1995 melalui Ketetapan Presiden Soeharto berdasarkan surat nomor 020/A1/VIII/1995 yang diajukan Kepala Perpustakaan Nasional RI pertama, Mastini Hardjoprakoso.
Ketika itu, Presiden Soeharto memahami betul peran strategis perpustakaan nasional sebagai fondasi pencerdasan bangsa.
Hari Kunjung Perpustakaan pun lahir sebagai agenda tahunan untuk membangkitkan minat baca masyarakat dan memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan.
Pasar Buku Medan Terancam Hilang

Selain perpustakaan, toko buku juga memiliki peran penting dalam menjaga literasi. Salah satunya Pasar Buku Medan, yang sebelumnya dikenal dengan nama Toko Buku Titi Gantung.
Sejak lama, tempat ini menjadi rujukan pelajar, mahasiswa, aktivis, hingga masyarakat umum untuk mendapatkan literatur murah dan berkualitas.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir muncul isu penggusuran Pasar Buku Medan. Meski masih sebatas rumor, kabar ini membuat resah para pedagang.
“Sudah empat bulan ada isu itu, tapi masih sebatas isu saja,” ujar Donal, pedagang buku yang telah berjualan sejak 1998, kepada Topikseru.com, Sabtu (13/9/2024).
Kekhawatiran ini wajar, sebab lokasi Pasar Buku Medan saat ini dinilai tidak strategis. Aksesnya terjepit oleh bangunan lain, berbeda dengan ketika masih berada di Lapangan Merdeka yang ramai pengunjung.
Warisan Sejarah dan Budaya

Bagi para pedagang, Pasar Buku Medan bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan bagian dari warisan sejarah dan budaya Kota Medan.
“Budaya itu bukan berarti harus bangunan bersejarah. Kami pedagang buku ini pun termasuk bagian dari warisan budaya. Bila orang bertanya tentang Titi Gantung, pasti yang diingat itu buku,” kata Abu Khairi, salah satu pedagang.
Abu menambahkan, keberadaan Pasar Buku Medan perlu dipertahankan, terlebih di tengah gempuran penjualan buku secara daring.
“Sebagai warisan sejarah dan budaya, janganlah dihilangkan. Di sinilah peran pemerintah untuk menjaga keberadaan toko buku konvensional,” ujarnya.
Menjaga Literasi Bangsa
Momentum Hari Kunjung Perpustakaan 14 September 2024 menjadi pengingat bahwa menjaga literasi tidak cukup hanya dengan mempertahankan perpustakaan, tetapi juga memastikan ruang-ruang alternatif seperti Pasar Buku Medan tetap hidup.
Buku adalah fondasi masyarakat berpengetahuan. Dengan mempertahankan perpustakaan dan pasar buku, pemerintah sekaligus menjaga tradisi literasi bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi.
Selamat memperingati Hari Kunjung Perpustakaan 14 September…








