Daerah

Aksi Kamisan Medan Soroti Pelanggaran HAM 1965, Tuntut TNI Kembali ke Barak

×

Aksi Kamisan Medan Soroti Pelanggaran HAM 1965, Tuntut TNI Kembali ke Barak

Sebarkan artikel ini
Aksi Kamisan Medan
Aksi Kamisan Medan di menggelar aksi di dekat tank militer TNI di Titik Nol Kota Medan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Kamis (2/10/2025). Foto: Topikseru.com/Agus Sinaga

Topikseru.com – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aksi Kamisan Medan menggelar demonstrasi di titik nol Kota Medan pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Dengan tema “Pembantaian Massal 65 sebagai Pelanggaran HAM Berat: Menguatnya Praktik Kekerasan Militer di Indonesia”, aksi ini kembali menyoroti rentetan pelanggaran HAM masa lalu yang hingga kini belum terselesaikan.

Uniknya, aksi damai tersebut digelar di tengah keberadaan sejumlah kendaraan taktis milik TNI yang dipamerkan di sekitar Lapangan Merdeka Medan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun TNI.

Kontras antara pameran kekuatan militer dan aksi penegakan HAM menjadi sorotan para peserta aksi.

“Masih Banyak Luka yang Belum Disembuhkan”

Adi Yoga Kemit, salah satu peserta Aksi Kamisan Medan, menegaskan bahwa demonstrasi kali ini bukan semata peringatan, tetapi juga pengingat bahwa luka atas pelanggaran HAM 1965–1966 masih belum diselesaikan negara.

“Pada Aksi Kamisan kali ini, kita bukan hanya sebatas mengingat, tapi juga membuka kembali bahwa masih banyak luka pada pelanggaran HAM masa lalu, khususnya 1965-1966,” ujar Adi.

Baca Juga  Aksi Kamisan Medan Soroti Penculikan, Kriminalisasi, dan September Hitam

Adi juga menyoroti keterlibatan aparat militer dalam berbagai praktik kekerasan di masa lalu, mulai dari penyiksaan, tindakan represif, hingga hilangnya nyawa warga sipil.

Desakan Cabut UU TNI dan Tarik Militer ke Barak

Dalam orasinya, Adi menuntut pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, untuk mencabut Undang-Undang TNI yang dinilai masih membuka ruang bagi militer untuk masuk ke ranah sipil.

“Kami berharap pemerintah segera menarik TNI ke barak. Tugas TNI adalah operasi perang dan operasi selain perang, dan operasi selain perang itu sifatnya sangat tentatif,” tegasnya.

Aksi Kamisan Medan Konsisten Suarakan Keadilan

Aksi Kamisan yang telah menjadi simbol perlawanan senyap terhadap impunitas pelanggaran HAM berat terus berlangsung setiap pekan di berbagai kota besar Indonesia.

Di Medan, aksi ini kembali menegaskan bahwa rekonsiliasi tidak akan pernah tercapai tanpa keadilan.