Ringkasan Berita
- Salah satu titik terparah terjadi di Simpang Kantor Medan Labuhan, kawasan sibuk di utara kota yang kini berubah menj…
- Pantauan hingga Minggu (12/10/2025) sore, air setinggi lutut hingga sepaha orang dewasa masih menutup jalan utama.
- Ribuan Rumah Terendam, Warga Mengungsi Menurut data BPBD Kota Medan, banjir ini tak hanya melanda Medan Labuhan, teta…
Topikseru.com – Banjir besar melanda Kota Medan sejak Sabtu (11/10/2025) sore hingga Minggu (12/10/2025) dini hari. Salah satu titik terparah terjadi di Simpang Kantor Medan Labuhan, kawasan sibuk di utara kota yang kini berubah menjadi “lautan” air keruh akibat Sungai Deli meluap.
Pantauan hingga Minggu (12/10/2025) sore, air setinggi lutut hingga sepaha orang dewasa masih menutup jalan utama. Arus cukup deras membuat banyak kendaraan mogok, sementara truk dan tronton yang biasa melintas ke Kawasan Industri Medan ikut terhambat.
Aktivitas ekonomi pun lumpuh total, dari warung, bengkel, hingga toko kelontong.
“Air datang tiba-tiba lewat tengah malam. Kami tak sempat selamatkan barang dagangan. Semua rusak tenggelam,” kata Rahmawati (42), pemilik kedai di kawasan Simpang Kantor.
Ribuan Rumah Terendam, Warga Mengungsi
Menurut data BPBD Kota Medan, banjir ini tak hanya melanda Medan Labuhan, tetapi juga merendam wilayah Marelan dan sejumlah kecamatan lain akibat curah hujan tinggi serta debit air kiriman dari hulu.
Pusdalops BPBD Medan mencatat, hingga pukul 15.18 WIB:
- 7 kecamatan terdampak
- 17 kelurahan tergenang
- 3.181 rumah terendam
- 3.599 KK/10.391 jiwa terdampak
- 69 warga dievakuasi
Adapun kecamatan terdampak antara lain, Medan Maimun, Medan Johor, Medan Polonia, Medan Labuhan, Medan Selayang, Medan Petisah, dan Medan Baru.
Di Medan Johor, ketinggian air bahkan mencapai 1 meter. Sebagian warga kini mengungsi ke Masjid Muttaqin.
Wali Kota Medan Turun Tangan
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, turun langsung meninjau lokasi banjir di Jalan Luku I, Medan Johor, bersama tim bantuan dan perahu karet.
“Kami memahami kondisi masyarakat. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk segera membersihkan dan merapikan sungai yang menjadi penyebab banjir,” ujarnya.
Rico menegaskan bahwa normalisasi sungai dan perbaikan drainase akan menjadi prioritas agar masalah klasik banjir Medan tidak terus berulang.
Warga Resah, Solusi Dinanti
Bagi warga Medan Labuhan, banjir ini sudah menjadi “langganan tahunan” setiap kali hujan deras mengguyur.
“Setiap kali hujan deras, kami was-was. Sudah seperti langganan banjir, tapi belum ada solusi nyata,” keluh Abdul Karim (57), warga Pekan Labuhan.
Kini, publik menanti langkah konkret Pemkot Medan bersama pemerintah pusat untuk mengatasi banjir yang terus menghantui kota ini.













