Daerah

Ricuh di Lapas Gunung Sitoli: Kalapas Ditarik, Ditjenpas Sumut Lakukan Pemeriksaan Khusus

×

Ricuh di Lapas Gunung Sitoli: Kalapas Ditarik, Ditjenpas Sumut Lakukan Pemeriksaan Khusus

Sebarkan artikel ini
kericuhan lapas gunung sitoli
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno. Dok: Humas Ditjenpas Sumut

Ringkasan Berita

  • Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, mengatakan langkah cepat telah diambil untuk menghindari terulang…
  • Kalapas Gunung Sitoli Ditarik untuk Pemeriksaan Sebagai bagian dari tindak lanjut investigasi, Kalapas Kelas IIB Gunu…
  • Sementara posisi kepemimpinan lapas untuk sementara dipegang oleh Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ditjenpas Sumut, hi…

Topikseru.com – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara (Ditjenpas Sumut) melakukan penyelidikan mendalam terkait kericuhan di Lapas Gunung Sitoli yang terjadi pada Rabu (22/10/2025) malam. Meski sempat memanas, pihak Ditjenpas memastikan situasi kini telah kembali kondusif.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, mengatakan langkah cepat telah diambil untuk menghindari terulangnya insiden serupa di masa depan.

“Kami sudah melakukan komunikasi dan investigasi terhadap peristiwa itu. Alhamdulillah, kondisi sekarang sudah kondusif. Kami terus memastikan pembinaan dan pengamanan berjalan sesuai prosedur,” ujar Yudi, Jumat (24/10/2025).

Kalapas Gunung Sitoli Ditarik untuk Pemeriksaan

Sebagai bagian dari tindak lanjut investigasi, Kalapas Kelas IIB Gunung Sitoli, Tonggo Butarbutar, resmi ditarik ke Kanwil Ditjenpas Sumut.

Dia akan menjalani pemeriksaan kode etik dan disiplin bersama beberapa pihak lain yang diduga terkait.

“Atas hasil pendalaman sementara, Kalapas kami tarik ke Kanwil untuk pemeriksaan. Ini juga berlaku bagi pihak lain yang terlibat,” ungkap Yudi.

Sementara posisi kepemimpinan lapas untuk sementara dipegang oleh Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ditjenpas Sumut, hingga hasil pemeriksaan tuntas.

Pemicu Ricuh: Dugaan Perlakuan Tak Wajar terhadap Warga Binaan

Kericuhan di Lapas Gunung Sitoli diduga dipicu oleh perlakuan Kalapas terhadap seorang warga binaan yang melanggar aturan internal.

Insiden bermula saat warga binaan tersebut memberikan makanan tambahan kepada penghuni kamar disiplin, yang dianggap menyalahi tata tertib.

Akibat peristiwa itu, satu warga binaan mengalami luka dan langsung mendapatkan perawatan medis.

“Korban sudah kami rawat dan kami informasikan kepada keluarganya. Ia juga sebenarnya akan bebas bersyarat pada November mendatang,” jelas Yudi.

Lapas Gunung Sitoli dalam Pengawasan Ketat

Lapas Gunung Sitoli dikenal sebagai salah satu lapas dengan tingkat kerawanan tinggi karena sering menampung narapidana hasil pemindahan dari berbagai wilayah di Sumut, termasuk mereka yang pernah melakukan pelanggaran di lapas lain.

Karena itu, Yudi menegaskan pentingnya pengawasan ekstra dan pembinaan yang humanis.

“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan, baik dari petugas maupun antarwarga binaan. Prinsip kami adalah pembinaan, pengamanan, dan pelayanan,” tegasnya.

Langkah Pembenahan Ditjenpas Sumut

Yudi menyebut, Ditjenpas Sumut kini fokus pada peningkatan pengawasan internal dan pelatihan etika petugas lapas, sebagai bentuk implementasi kebijakan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

“Semua tindakan yang melanggar prinsip kemanusiaan dan profesionalisme akan ditindak tegas. Kami ingin memastikan lapas menjadi tempat pembinaan, bukan intimidasi,” tutup Yudi.