Daerah

Rutan Kelas I Medan Gelar Pelatihan Montir Sepeda Motor untuk Warga Binaan, Siapkan Skill Pasca Bebas

×

Rutan Kelas I Medan Gelar Pelatihan Montir Sepeda Motor untuk Warga Binaan, Siapkan Skill Pasca Bebas

Sebarkan artikel ini
pelatihan montir Rutan Medan
Rutan Kelas I Medan menggandeng Dinas Ketenagakerjaan Deli Serdang, buka pelatihan montir bagi warga binaan. Foto: Dok.Humas Rutan Kelas I Medan

Ringkasan Berita

  • Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan kemandirian narapidana menjelang masa bebas.
  • Pelatihan berlangsung selama beberapa minggu dan ditutup dengan uji kompetensi untuk mengukur kemampuan peserta secar…
  • Pelatihan diikuti warga binaan yang dinilai memiliki minat serta potensi pada bidang otomotif.

Topikseru.com – Rumah Tahanan atau Rutan Kelas I Medan bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Deli Serdang mengadakan pelatihan keterampilan montir sepeda motor bagi puluhan warga binaan, Jumat (24/10/2025).

Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan kemandirian narapidana menjelang masa bebas.

Pelatihan diikuti warga binaan yang dinilai memiliki minat serta potensi pada bidang otomotif. Mereka dibekali materi teori hingga praktik langsung, mulai dari dasar perbaikan kendaraan roda dua, pengenalan mesin, hingga teknik perawatan komponen.

Dorong Kemandirian Pasca Pembebasan

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah daerah.

“Pelatihan ini kami selenggarakan agar warga binaan memiliki keahlian yang dapat diterapkan setelah bebas. Ini merupakan bentuk pembinaan kemandirian yang terus kami dorong,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).

Baca Juga  Produk UMKM Warga Binaan Rutan Medan Laris di Pasaran, Catat Penjualan Ribuan Unit dalam Setahun

Menurutnya, keterampilan teknis seperti montir sepeda motor memiliki prospek tinggi karena tingginya kebutuhan layanan bengkel di tengah pertumbuhan kendaraan bermotor.

Dukungan Disnaker Deli Serdang

Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Deli Serdang, Norma Siagian, menyebut pihaknya siap memperluas kerja sama serupa.

“Kami berharap program seperti ini berkelanjutan dan dapat disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan warga binaan,” katanya.

Pelatihan berlangsung selama beberapa minggu dan ditutup dengan uji kompetensi untuk mengukur kemampuan peserta secara objektif.

Sertifikat Keahlian untuk Modal Usaha

Peserta yang dinyatakan lulus akan menerima sertifikat keterampilan, yang dapat digunakan sebagai modal awal bekerja di bengkel ataupun membuka usaha mandiri.

Program pembekalan keterampilan dinilai menjadi salah satu strategi penting menekan angka residivisme dengan membuka peluang ekonomi bagi mantan narapidana.