Ringkasan Berita
- Salah satu pengemudi yang terjebak macet, Taufik Wijaya, mengaku telah tertahan selama lebih dari 12 jam.
- Truk bernomor polisi BK 8246 FC itu terguling dan melintang di tengah jalan hingga membuat akses lalu lintas lumpuh t…
- Kanit Turjawali Satlantas Polres Padangsidimpuan, Ipda Andi Situmorang, membenarkan kejadian tersebut.
Topikseru.com – Sebuah truk bermuatan pupuk NPK dengan berat sekitar 35 ton mengalami kecelakaan tunggal di Jalinsum, tepatnya di Desa Simirik KM 9, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (22/11/2025) malam. Truk bernomor polisi BK 8246 FC itu terguling dan melintang di tengah jalan hingga membuat akses lalu lintas lumpuh total.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Padangsidimpuan, Ipda Andi Situmorang, membenarkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan, truk yang dikemudikan seorang pria bernama Rodi itu datang dari arah Medan menuju Padangsidimpuan.
“Setibanya di lokasi, pengemudi banting setir ke kiri karena berupaya menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Ban belakang kanan langsung terperosok ke berem jalan yang amblas, menyebabkan kendaraan terbalik,” ujar Andi, Minggu (23/11/2025).
Meski truk terbalik, sopir dan kernet berhasil selamat tanpa mengalami luka serius. Namun posisi truk yang melintang menutup penuh badan Jalinsum membuat arus lalu lintas dari dua arah tidak dapat bergerak.
Kemacetan hingga 12 Jam, Jalan Rusak Perparah Situasi
Kemacetan panjang sejauh tiga kilometer tak terhindarkan akibat truk yang terguling di jalur utama penghubung kabupaten dan kota di Sumatera Utara tersebut.
Banyak kendaraan, termasuk truk logistik, bus, dan mobil pribadi terpaksa berhenti total hingga berjam-jam.
Salah satu pengemudi yang terjebak macet, Taufik Wijaya, mengaku telah tertahan selama lebih dari 12 jam.
“Sudah 12 jam tidak bisa bergerak. Jalan tertutup total karena truk yang terguling menutup seluruh badan jalan,” keluhnya.
Taufik juga menyebut faktor infrastruktur menjadi salah satu pemicu kecelakaan. Selain tikungan sempit dan tanjakan, kondisi jalan yang rusak parah dinilai sangat berbahaya bagi kendaraan besar.
“Lubang di mana-mana, ditambah berem yang amblas. Jalur ini sangat vital, tapi kondisinya memprihatinkan. Sudah sering kecelakaan terjadi di titik ini,” kata dia.
Evakuasi Berlangsung Lama, Polisi Terapkan Sistem Buka-Tutup
Petugas Satlantas Polres Padangsidimpuan harus menerapkan sistem buka-tutup untuk mengurai penumpukan kendaraan.
Namun proses evakuasi berjalan cukup lama karena berat muatan truk mencapai 35 ton dan posisi kendaraan sulit untuk dipindahkan.
“Hingga Minggu siang, proses evakuasi masih berlangsung. Arus lalu lintas berangsur normal, tetapi petugas tetap bersiaga untuk memastikan tidak ada kemacetan lanjutan,” jelas Ipda Andi.
Warga Minta Perbaikan Jalan Segera Dilakukan
Taufik dan sejumlah pengguna jalan lainnya berharap pemerintah daerah, khususnya Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, segera memperbaiki kondisi Jalinsum yang dianggap membahayakan pengguna jalan.
“Jangan dibiarkan berlarut-larut. Ini jalur utama logistik dan mobilitas masyarakat. Harus jadi prioritas,” tegasnya.











