Ringkasan Berita
- Kendaraan dengan nomor polisi BK 8246 FC itu belum juga berhasil dipindahkan dari lokasi kejadian.
- Pantauan hingga pukul 20.30 WIB, badan truk masih tergeletak miring di tepi jalan, sementara arus lalu lintas dari du…
- Kecelakaan Terjadi Sabtu Malam Diketahui, kecelakaan tunggal itu terjadi pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 20.00 …
Topikseru.com – Upaya evakuasi truk bermuatan pupuk seberat 35 ton yang terguling di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kota Padangsidempuan, hingga Minggu (23/11/2025) malam masih menemui kendala.
Kendaraan dengan nomor polisi BK 8246 FC itu belum juga berhasil dipindahkan dari lokasi kejadian.
Pantauan hingga pukul 20.30 WIB, badan truk masih tergeletak miring di tepi jalan, sementara arus lalu lintas dari dua arah masih tersendat parah.
Kasatlantas Polres Padangsidempuan AKP Jonni Silalahi membenarkan proses evakuasi belum membuahkan hasil.
“Sudah dicoba menarik dengan derek, tetapi belum berhasil,” ujar Jonni melalui pesan WhatsApp kepada Topikseru.com.
Jonni tidak merinci apa saja kendala yang membuat evakuasi berlangsung lambat, namun ia memastikan petugas terus berupaya menggeser truk dari lokasi.
“Saat ini sedang diupayakan kembali dengan menggunakan derek,” tambahnya.
Arus Lalu Lintas Sistem Buka-Tutup
Kemacetan terjadi lantaran badan truk menutupi sebagian jalur lintas utama Sumatera Utara tersebut. Untuk mengurai antrean kendaraan yang mengular, polisi menerapkan sistem buka-tutup arus dari dua arah.
“Kami terapkan buka-tutup arus lalu lintas dari Padangsidempuan dan sebaliknya,” katanya.
Dia juga mengimbau para pengendara, baik kendaraan roda dua maupun roda empat—untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kemacetan panjang.
“Disarankan mencari jalan alternatif agar tidak terjebak macet,” ujarnya.
Kecelakaan Terjadi Sabtu Malam
Diketahui, kecelakaan tunggal itu terjadi pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Simirik KM 9, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.
Truk bermuatan pupuk NPK itu terguling setelah diduga kehilangan kendali.
Insiden tersebut mengakibatkan antrean kendaraan sepanjang tiga kilometer, terutama bagi pengendara minibus dan sepeda motor yang melintas dari arah Medan menuju Padangsidempuan dan sebaliknya.
Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung dan truk belum dapat diangkat dari lokasi kejadian.








