Ringkasan Berita
- Ia ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan setelah diterkam buaya saat mandi di Sungai Kualuh, pada Jumat (21/11/20…
- Jasad korban ditemukan berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi awal ia diterkam predator sungai tersebut.
- Ditemukan Tidak Utuh Setelah Dua Hari Pencarian Tim Basarnas Tanjungbalai yang dipimpin Riki Harahap melakukan penyis…
Topikseru.com – Warga Kabupaten Labuhanbatu Utara digemparkan oleh peristiwa tragis yang menimpa seorang pemuda bernama Trisno Sihombing (20). Ia ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan setelah diterkam buaya saat mandi di Sungai Kualuh, pada Jumat (21/11/2025).
Jasad korban ditemukan berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi awal ia diterkam predator sungai tersebut.
Ayah Korban Saksi Mata: Saya Berusaha Menarik Tangannya, Tapi Kalah Tenaga
Ayah kandung korban, Ranto Sihombing, mengisahkan detik-detik menegangkan ketika insiden itu terjadi. Dia mengatakan mendengar suara jeritan anaknya yang meminta tolong dari arah sungai.
“Terdengar suara anaku minta tolong, sehingga cepat-cepat dari belakang rumah melihat ke arah sungai,” ujar Ranto.
Saat tiba di pinggir sungai, ia melihat seekor buaya besar menyeret putranya ke dalam air.
“Saya berusaha menarik tangan anaku, namun kalah tenaga. Buaya itu membawanya masuk ke sungai hingga menghilang,” jelasnya dengan suara bergetar.
Ibunda korban pun histeris melihat anaknya terseret ke perairan. Tangisnya pecah sambil berulang kali memanggil nama sang anak.
Ditemukan Tidak Utuh Setelah Dua Hari Pencarian
Tim Basarnas Tanjungbalai yang dipimpin Riki Harahap melakukan penyisiran selama dua hari. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil, meski kondisi korban sangat memprihatinkan.
“Jenazah korban ditemukan dalam kondisi bagian tangan kanan, pinggang, dada, serta kepala tidak utuh. Diduga dimakan buaya,” ungkap Riki.
Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat keberadaan buaya yang masih berkeliaran di sekitar lokasi.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung kami serahkan ke keluarga,” ujar Riki.
Fenomena Buaya di Sungai Kualuh Kembali Makan Korban
Warganet dan masyarakat lokal mendesak agar pemerintah segera melakukan tindakan, sebab peristiwa serupa disebut kerap terjadi di sekitar Sungai Kualuh.
Aktivitas mandi, mencuci, dan menangkap ikan masih menjadi rutinitas warga sehingga risiko serangan buaya sangat tinggi.












