Jumat, 25 September 2026

Evakuasi Banjir di Sei Mati Terhambat: Dua Perahu BPBD Bocor, Ratusan Warga Masih Terjebak

Administrator - Jumat, 28 November 2025 01:42 WIB
Evakuasi Banjir di Sei Mati Terhambat: Dua Perahu BPBD Bocor, Ratusan Warga Masih Terjebak
Banjir Medan
Topikseru.com – Upaya penyelamatan warga terdampak banjir di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, mengalami hambatan serius. Dua dari empat perahu karet milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dilaporkan bocor saat digunakan pada proses evakuasi, Kamis (27/11/2025). Akibatnya, proses evakuasi ratusan warga yang masih terjebak di dalam rumah menjadi melambat. Kondisi air yang terus naik membuat situasi semakin kritis. Hal ini disampaikan oleh relawan BPBD Kota Medan, Muhammad Roni Lubis, di lokasi kejadian. "Debit air semakin meningkat dan masih banyak warga yang belum bisa dievakuasi, sementara perahu kami kurang. Dua perahu bocor, tinggal dua yang bisa dipakai," ujar Roni.

Evakuasi Tersendat, Perahu Karet Sangat Dibutuhkan

BPBD Kota Medan mengerahkan 12 relawan dan empat perahu karet sejak pagi. Namun, hanya dua unit yang masih layak digunakan. Minimnya armada membuat tim penyelamat harus bergantian membawa warga, terutama yang lanjut usia. "Kami sangat membutuhkan tambahan perahu karet. Banyak orang tua dan warga yang kondisi kesehatannya rentan, tapi belum dapat kami bawa ke tempat aman," jelas Roni. Situasi ini membuat proses evakuasi berjalan lambat. Sementara itu, warga yang masih menunggu bantuan berada dalam kondisi semakin khawatir karena ketinggian air terus bertambah.

Warga Khawatir, Banyak yang Masih Terjebak

Sejumlah warga mengaku keluarganya belum bisa dievakuasi sepenuhnya dari rumah yang terendam banjir. "Masih sebagian keluarga kami yang terjebak di bawah," tutur Samilla (70), salah satu warga Sei Mati yang sudah berhasil diselamatkan. Warga berharap bantuan tambahan, khususnya perahu karet, dapat segera tiba agar proses penyelamatan berjalan lebih cepat dan tidak menimbulkan korban.

Harapan Bantuan Tambahan

Roni dan tim relawan BPBD menyerukan agar pihak mana pun yang memiliki perahu karet dapat membantu proses evakuasi. "Jika ada pihak yang bisa menyalurkan bantuan perahu karet, kami sangat berharap. Kondisi di lapangan butuh penanganan cepat karena warga yang terjebak masih banyak," tegasnya. Hingga saat ini, evakuasi masih berlangsung dan relawan terus berjibaku menembus arus banjir demi membawa warga ke lokasi aman.
Sumber
:
Berita Terkait
Boyong 10 Kepala Dinas ke Medan Marelan, Wali Kota Rico Waas Instruksikan Eksekusi Cepat Keluhan Warga
Cuaca Ekstrem Intai Medan dan Sumut Sepekan, BPBD Siagakan 60 Personel TRC
Enam Daerah di Sumut Diterjang Banjir, Langkat Terdampak Paling Parah
Target Rekor MURI, Pertamina Gelar Aksi Masak Serentak 8.100 Porsi di 9 Kota
Medan Raih Pemimpin Daerah Award 2026
Qresto, Inovasi Medan Menutup Celah Kebocoran Pajak Restoran