Ringkasan Berita
- Hujan deras sejak malam sebelumnya serta luapan sungai di wilayah setempat membuat sejumlah sekolah tidak dapat berop…
- Dia menjelaskan banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi sejak malam sebelumnya.
- Aktivitas guru dan siswa terhenti total karena seluruh ruangan sudah tidak memungkinkan digunakan untuk pembelajaran.
Topikseru.com – Sejumlah sekolah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terpaksa menghentikan aktivitas belajar mengajar setelah banjir merendam ruang kelas pada Kamis (27/11/2025).
Hujan deras sejak malam sebelumnya serta luapan sungai di wilayah setempat membuat sejumlah sekolah tidak dapat beroperasi sementara waktu.
Berdasarkan pantauan Topikseru.com di Kecamatan Batangkuis, beberapa sekolah dasar tampak tergenang dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Aktivitas guru dan siswa terhenti total karena seluruh ruangan sudah tidak memungkinkan digunakan untuk pembelajaran.
Semua Ruang Kelas Terendam Air
Yusril Fuad, seorang guru di SD Negeri 101865 Desa Bintang Meriah, menyebut seluruh kelas di sekolahnya terendam banjir tanpa ada satu pun ruang yang aman digunakan.
“Ada sembilan kelas dan semuanya terendam air setinggi lima puluh sentimeter,” ujar Yusril saat ditemui di lokasi.
Dia menjelaskan banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi sejak malam sebelumnya. Kondisi diperparah dengan meluapnya sungai di sekitar permukiman yang langsung menggenangi area sekolah.
Dinas Pendidikan Instruksikan Pembelajaran Jarak Jauh
Menanggapi situasi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang mengeluarkan surat edaran yang memerintahkan seluruh satuan pendidikan, yakni mulai dari PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta, untuk mengalihkan pembelajaran ke sistem daring.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang, Samsuar Sinaga, mengonfirmasi bahwa langkah ini dilakukan demi keselamatan peserta didik.
“Pembelajaran tatap muka kami hentikan sementara. Keselamatan siswa adalah prioritas. Selama banjir belum surut, anak-anak belajar dari rumah,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Meskipun aktivitas di sekolah berhenti, Samsuar menegaskan bahwa siswa tetap menjalani kegiatan belajar melalui metode jarak jauh agar tidak tertinggal pelajaran.
Banjir Meluas di Berbagai Wilayah
Hujan dengan intensitas tinggi tidak hanya melanda Batangkuis, tetapi juga sejumlah daerah lain di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan. Kondisi ini membuat akses masyarakat terhambat dan mengganggu berbagai fasilitas publik, termasuk sekolah.
Hingga sore ini, belum ada laporan resmi mengenai kapan sekolah dapat kembali beraktivitas normal. Situasi masih dipantau oleh pemerintah daerah sembari menunggu air surut.













