Ringkasan Berita
- Ketua Tim Kerja Survailans Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tatang Sutarman mengatakan total jumlah warga yang kera…
- "Seratusan korban yang mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari syukuran pada Senin (4/6).
- Mereka berasal dari Kampung Cikiwul dan Cimonyet, Kecamatan Cibadak," kata Tatang Sutarman di Sukabumi, Selasa (4/6).
TOPIKSERU.COM, SUKABUMI – Ratusan warga dari dua desa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami keracunan seusai menyantap nasi bungkus di acara syukuran.
Ketua Tim Kerja Survailans Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tatang Sutarman mengatakan total jumlah warga yang keracunan mencapai 132 orang.
“Seratusan korban yang mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari syukuran pada Senin (4/6). Mereka berasal dari Kampung Cikiwul dan Cimonyet, Kecamatan Cibadak,” kata Tatang Sutarman di Sukabumi, Selasa (4/6).
Informasi yang dihimpun dari tim survailans, dari 53 korban yang dirawat di RSUD Sekarwangi sebanyak 25 korban sudah dipulangkan karena semakin membaik.
Kemudian lima korban menjalani observasi di posko kesehatan sementara sisanya menjalani pemulihan di rumahnya masing-masing.
Hasil penelusuran Tim Surveilans Dinkes Kabupaten Sukabumi keracunan massal ini setelah warga menyantap nasi boks pada acara syukuran pernikahan.
Namun, usai menyantap berbagai hidangan yang ada di dalam paket nasi boks, Senin (4/6) sekitar pukul 17.00 WIB, satu persatu warga mulai merasakan gejala keracunan.
Warga mulai mengalami gejala seperti sakit kepala, demam, mual-mual, badan lemas, muntah dan sering buang air besar (BAB).
Awalnya, pembina desa menangani sejumlah warga yang mengalami gejala keracunan.
Namun, karena jumlahnya terus bertambah, pembina desa berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Sekarwangi dan Dinas Kesegatan Kabupaten Sukabumi.
Karena jumlah korban terus bertambah tim kesehatan kemudian membuka posko darurat.
Tim kesehatan melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga untuk memberikan pelayanan pengobatan dan merujuk warga yang kondisinya sudah lemah untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Untuk mengungkap penyebab keracunan massal di Desa Sekarwangi, tim survailans mengambil sampel dalam paket nasi boks tersebut.
Hingga saat ini, sampel makanan itu masih di laboratorium kesehatan untuk proses pengujian.(antara/topikseru.com)













