Daerah

Banjir Bandang dan Longsor di Tapanuli Selatan Tewaskan 15 Orang, Tujuh Dimakamkan Massal

×

Banjir Bandang dan Longsor di Tapanuli Selatan Tewaskan 15 Orang, Tujuh Dimakamkan Massal

Sebarkan artikel ini
bencana alam Sumut
Ilustrasi - Tujuh korban meninggal banjir bandang dan tanah longsor di Tapsel dikebumikan secara massal. Topikseru.com/Ameq

Ringkasan Berita

  • Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, sebanyak 15 orang meninggal dunia akibat b…
  • Camat Batang Toru, Martinggi, mengatakan sebagian korban yang ditemukan dalam kondisi tidak dapat dikenali.
  • Sejumlah alat berat dikerahkan untuk menggali lubang pemakaman massal karena banyaknya korban yang harus segera dikeb…

Topikseru.com – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, kembali menelan korban jiwa. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, sebanyak 15 orang meninggal dunia akibat bencana yang terjadi sejak Kamis (27/11/2025).

Camat Batang Toru, Martinggi, mengatakan sebagian korban yang ditemukan dalam kondisi tidak dapat dikenali.

“Tujuh jenazah dimakamkan secara massal karena tidak teridentifikasi identitasnya. Sisanya yang sudah dikenali diserahkan kepada keluarga masing-masing,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Proses pemakaman berlangsung di area perkebunan PTPN III. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk menggali lubang pemakaman massal karena banyaknya korban yang harus segera dikebumikan.

Ratusan Warga Luka-Luka

Selain korban meninggal, bencana ini juga menyebabkan puluhan warga mengalami luka-luka. Data sementara dari pemerintah kecamatan menyebutkan 115 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga  Profil dan Rekam Jejak PT Dalihan Natolu Grup Semakin Terkenal Usai Dibidik KPK

“Seluruh korban saat ini dirawat di Puskesmas Batang Toru. Kemungkinan ada yang berobat di fasilitas kesehatan lain karena kondisi darurat,” kata Martinggi.

Namun, jumlah korban diprediksi terus bertambah. Hingga saat ini, masih banyak warga yang dilaporkan hilang dan belum berhasil ditemukan oleh tim gabungan.

“Kami memperkirakan korban meninggal dan luka-luka akan bertambah. Pencarian terhadap warga yang hilang masih dilakukan,” tambahnya.

Obat-Obatan di Puskesmas Menipis

Di sisi lain, fasilitas kesehatan di Batang Toru mulai kewalahan menangani jumlah korban yang terus berdatangan. Kepala Puskesmas Batang Toru, Elida Batubara, mengungkapkan persediaan obat kini semakin terbatas.

“Stok obat-obatan sudah menipis. Bantuan obat belum tiba karena akses jalan masih tertutup akibat longsor. Tapi kami mendapat kabar pasokan sedang dalam perjalanan,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi lapangan masih sangat menantang. Akses utama menuju lokasi terdampak rusak parah, menyulitkan distribusi logistik dan proses evakuasi.