Ringkasan Berita
- Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI, Alwi Hasbi Silalahi, menilai ketersediaan BBM menjadi faktor penting dalam pemuliha…
- “Pertamina harus menjamin ketersediaan BBM di SPBU wilayah terdampak.
- 23 SPBU dan 5 SPBE Terdampak Bencana Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melaporkan bahwa jalur distribusi energi…
Topikseru.com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendesak Pertamina Patra Niaga segera mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.
Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI, Alwi Hasbi Silalahi, menilai ketersediaan BBM menjadi faktor penting dalam pemulihan berbagai sektor setelah bencana melanda.
“Pertamina harus menjamin ketersediaan BBM di SPBU wilayah terdampak. Kekosongan stok akan memperparah keadaan dan berpotensi melumpuhkan ekonomi masyarakat,” kata Alwi Hasbi kepada Topikseru.com, Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, mobilitas warga sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar. Apabila pasokan terganggu, proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga aktivitas harian masyarakat dapat terdampak serius.
“Jangan sampai situasi ini (kelangkaan) menjadi bencana baru bagi masyarakat yang terdampak. Pertamina semestinya sudah punya persiapan dan strategi dalam menghadapi kondisi-kondisi tertentu, termasuk bencana alam seperti sekarang,” ujar Alwi.
Antrean Mengular di SPBU Kota Medan

Di Kota Medan, kelangkaan BBM, terutama jenis Pertalite, kian terasa sejak banjir melanda. Sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan stok sehingga memicu antrean panjang.
Pantauan di lapangan pada Jumat (28/11) menunjukkan beberapa SPBU tidak lagi menyediakan Pertalite maupun Pertamax, seperti:
- SPBU Jalan Cemara
- SPBU Jalan Delitua
- SPBU Jalan Merak Jingga
- SPBU Jalan HM Yamin
- SPBU Jalan Simpang Selayang
- SPBU Jalan Sisingamangaraja
- SPBU Jalan Medan Tembung
- SPBU Medan Perjuangan
Kondisi itu membuat sebagian warga terpaksa membeli BBM eceran dengan harga lebih mahal.
23 SPBU dan 5 SPBE Terdampak Bencana
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melaporkan bahwa jalur distribusi energi terganggu akibat hujan ekstrem, angin kencang, dan longsor. Akses transportasi yang sempat terputus membuat 23 dari 406 SPBU di Sumut tidak dapat beroperasi normal.
Data pertanggal 27 November 2025 pukul 21.00 WIB menunjukkan:
- Stok BBM Gasoline: 4.489 KL
- Stok Gasoil: 1.910 KL
- Agen LPG terdampak: 15
- SPBE terdampak: 5
Beberapa jalur logistik, termasuk rute Pangkalan Susu – Brandan, mengalami kerusakan akibat bencana.
Cuaca Mulai Membaik, Kapal BBM Berhasil Bersandar
Dengan mulai meredanya gelombang laut, kapal pengangkut BBM akhirnya bisa bersandar di Fuel Terminal Medan Group. Proses normalisasi suplai ke SPBU pun dilakukan secara bertahap.
Pertamina memastikan pasokan akan kembali stabil dalam beberapa hari mendatang.
Pertamina: Suplai Terus Bergerak, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan seluruh tim bekerja dalam pola darurat untuk menjaga distribusi energi tetap berjalan.
“Dengan mulai membaiknya cuaca, proses recovery penyaluran BBM dapat dipercepat. Kami menyesuaikan pola suplai dan mengoptimalkan armada untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat,” ujarnya.
Pertamina melakukan berbagai langkah percepatan pemulihan distribusi, mulai dari:
- Penambahan mobil tangki dari Dumai
- Pemanfaatan skid tank
- Penggunaan AE Suplai
- Penugasan Awak Mobil Tangki dari luar region
- Penggunaan perangkat pendukung seperti Starlink dan genset
Pertamina Patra Niaga Sumbagut mengatakan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, dan mitra transportir untuk membuka akses jalur yang masih terhambat.
“Situasi sangat dinamis. Semua skema mitigasi terus kami sesuaikan agar energi tetap menjangkau masyarakat,” tambah Fahrougi.













