Ringkasan Berita
- 2.400 Ton Beras dan Puluhan Ribu Liter Minyak Hilang Menurut perhitungan awal Bulog, sekitar 2.400 ton beras, 43.000 …
- Informasi yang beredar menyebutkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia dalam insiden yang terjadi pada Jumat (28…
- Sejumlah korban dilaporkan tewas setelah tertimpa karung beras dan sebagian lainnya diduga terinjak-injak saat warga …
Topikseru.com – Aksi penjarahan di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sarudik, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, diduga memakan korban jiwa. Informasi yang beredar menyebutkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia dalam insiden yang terjadi pada Jumat (28/11/2025) atau Sabtu (29/11/2025).
Sejumlah korban dilaporkan tewas setelah tertimpa karung beras dan sebagian lainnya diduga terinjak-injak saat warga berebut masuk ke area penyimpanan.
Di lokasi berbeda, satu warga juga dikabarkan meninggal dunia setelah terjatuh dan terinjak massa saat penjarahan terjadi di salah satu supermarket di wilayah Pandan, Tapanuli Tengah.
Penjarahan Terjadi di Berbagai Titik
Aksi penjarahan berdasarkan laporan terjadi di sejumlah lokasi. Dugaan sementara, pemicu kejadian ini karena minimnya penyaluran bantuan pangan bagi warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah tersebut.
Warga yang tidak lagi mendapatkan akses logistik, dugaannya nekat menerobos gudang dan toko yang menyimpan bahan kebutuhan pokok.
Bulog Kesulitan Dapat Informasi Langsung dari Lokasi
Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jumlah korban meninggal. Ia menyebut komunikasi dengan petugas Bulog di Tapanuli Tengah masih terputus akibat bencana.
“Soal informasi korban, kami belum bisa memastikan karena komunikasi dengan teman-teman di sana sangat sulit,” ujar Budi, Senin (1/12/2025).
Meski demikian, Budi memastikan aksi penjarahan tersebut mengakibatkan kerugian besar.
2.400 Ton Beras dan Puluhan Ribu Liter Minyak Hilang
Menurut perhitungan awal Bulog, sekitar 2.400 ton beras, 43.000 liter minyak goreng, serta sejumlah bahan pangan lainnya hilang dari gudang Sarudik.
“Hitungan awal seperti itu. Belum mendapatkan konfirmasi detail dari tim di lokasi, tetapi saya perkirakan hampir semua stok habis,” kata Budi.
Belum Ada Pernyataan Resmi dari Kepolisian
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan belum merespons konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan singkat.
Penyelidikan masih menunggu laporan lengkap dari jajaran Polres Tapanuli Tengah yang saat ini fokus melakukan penanganan keamanan dan distribusi bantuan.













