Daerah

Update Bencana Sumut: Korban Meninggal 290 Jiwa, 17 Wilayah Terdampak

×

Update Bencana Sumut: Korban Meninggal 290 Jiwa, 17 Wilayah Terdampak

Sebarkan artikel ini
Korban luka bencana Sumut
Ilustrasi - Data jumlah korban luka-luka akibat banjir Sumatera Utara (Sumut)

Topikseru.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) terus bertambah. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) melaporkan, hingga Selasa (1/12/2025) malam, total 290 warga dinyatakan meninggal dunia.

Data terbaru dari Pusdalops Sumut mencatat, korban jiwa tersebar di 11 kabupaten/kota dari total 17 wilayah yang terdampak banjir, longsor, dan cuaca ekstrem sejak akhir November.

Sebaran Korban Jiwa per Kabupaten/Kota

Berikut daftar wilayah yang melaporkan korban meninggal dunia:

  • Kota Sibolga: 47 jiwa
  • Kabupaten Tapanuli Tengah: 86 jiwa
  • Kabupaten Tapanuli Selatan: 79 jiwa
  • Kabupaten Tapanuli Utara: 32 jiwa
  • Kabupaten Humbang Hasundutan: 8 jiwa
  • Kota Padangsidimpuan: 1 jiwa
  • Kabupaten Pakpak Bharat: 2 jiwa
  • Kota Medan: 7 jiwa
  • Kabupaten Langkat: 11 jiwa
  • Kabupaten Deliserdang: 16 jiwa
  • Kabupaten Nias: 1 jiwa

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara.

“Data merupakan update per 1 Desember pukul 21.00 WIB. Pembaruan terus dilakukan seiring perkembangan pencarian dan laporan dari daerah,” ujarnya.

Baca Juga  6 Perusahaan Sawit di Sumatera Utara dengan Skala Operasi Besar dan Aktif

17 Wilayah Masih Terdampak Bencana

Pusdalops PB Sumut menyebutkan total 17 kabupaten/kota yang mengalami dampak bencana di antaranya:

Kota/kabupaten terdampak:
Medan, Tebingtinggi, Binjai, Padangsidimpuan, Sibolga, Deliserdang, Serdangbedagai, Langkat, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Nias, Tapanuli Utara, Asahan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, dan Batubara.

Sejumlah wilayah masih kesulitan akses, terutama daerah yang mengalami longsor dan pemutusan jalan utama.

Tim SAR gabungan, TNI-Polri, dan BPBD terus melakukan pencarian korban serta pendistribusian logistik.

Upaya Penanganan Terus Ditingkatkan

Sri Wahyuni menjelaskan bahwa aparat daerah bersama pemerintah provinsi dan pusat masih melakukan berbagai langkah darurat, termasuk:

  • pengevakuasian warga dari zona berisiko,
  • pendirian posko pengungsian,
  • penyediaan dapur umum,
  • pemulihan layanan listrik dan air bersih,
  • serta pemetaan lanjutan risiko tanah longsor.

“Setiap perkembangan situasi akan kami informasikan, termasuk pembaruan jumlah korban dan kondisi infrastruktur,” tegasnya.

Hingga kini, sejumlah wilayah masih mengalami pemadaman listrik, akses jalan terputus, serta minimnya sarana komunikasi, terutama di daerah pegunungan dan desa terpencil.