Daerah

Banjir Rob Ancam Warga Kuala Langkat dan Kuala Serapuh, Lebih Seribu KK Siaga Evakuasi

×

Banjir Rob Ancam Warga Kuala Langkat dan Kuala Serapuh, Lebih Seribu KK Siaga Evakuasi

Sebarkan artikel ini
banjir rob langkat
Ilustrasi - Rumah warga terdampak banjir bandang yang sampai saat ini masih terisolasi di desa Kuala Serapuh, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Selasa (2/12/2025). Foto: Dok Warga

Ringkasan Berita

  • Lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK) di dua desa tersebut diprediksi terdampak banjir rob yang diperkirakan terjadi …
  • Peringatan dini tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat potensi …
  • Minim Perahu untuk Evakuasi Warga Kuala Serapuh Kondisi yang tak kalah mengkhawatirkan terjadi di Desa Kuala Serapuh,…

Topikseru.com – Belum selesai memulihkan kondisi pasca banjir bandang, warga Desa Kuala Langkat dan Kuala Serapuh di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini kembali menghadapi ancaman bencana baru. Lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK) di dua desa tersebut diprediksi terdampak banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 1 hingga 9 Desember 2025.

Peringatan dini tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat potensi terjadinya air pasang purnama di pesisir timur Sumatera Utara.

Air Pasang Mulai Masuk Pemukiman

Sejumlah warga melaporkan bahwa tanda-tanda banjir rob sudah mulai tampak sejak Selasa malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah itu membuat air laut perlahan masuk ke jalan-jalan di sekitar pemukiman.

“Sejak semalam air sudah mulai naik ke jalan. Kami terancam banjir rob, apalagi pasang purnama biasanya cukup tinggi,” ujar Syahrial, warga Desa Kuala Langkat, Rabu (3/12/2025).

Dia menyebut sekitar 450 KK di desanya kini tengah bersiaga. Warga telah menyiapkan diri untuk kemungkinan evakuasi jika air kembali meningkat.

“Warga di sini sudah berjaga-jaga. Kalau air makin naik, kami harus cepat evakuasi,” tambahnya.

Minim Perahu untuk Evakuasi Warga Kuala Serapuh

Kondisi yang tak kalah mengkhawatirkan terjadi di Desa Kuala Serapuh, tempat sekitar 559 KK yang tinggal di wilayah pesisir kini kebingungan mempersiapkan evakuasi mandiri.

Syamsir, warga setempat, mengaku perahu yang tersedia tidak mencukupi untuk membawa seluruh warga jika banjir rob benar-benar datang.

“Perahu kami sangat terbatas. Hanya perahu saya yang siap dipakai, itu pun kapasitasnya kecil,” ujarnya.

Akses Darat Putus Total, Jalur Sungai Jadi Satu-satunya Harapan

Hingga hari ini, dua desa tersebut masih terisolasi karena akses darat terputus total akibat banjir bandang sebelumnya. Warga hanya mengandalkan jalur sungai, dengan waktu tempuh hingga 4 – 5 jam untuk mencapai desa terdekat.

Transportasi air itu menjadi satu-satunya cara bagi warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras, air minum, obat-obatan, hingga perlengkapan bayi.

Belum Ada Tindakan dari BPBD Langkat

Meski ancaman banjir rob semakin dekat, hingga Rabu siang belum ada respons resmi dari BPBD Kabupaten Langkat terkait langkah mitigasi, bantuan logistik, maupun kesiapan evakuasi terhadap lebih dari seribu warga di dua desa tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum banjir rob benar-benar melanda dan memperparah kondisi yang sudah terdampak bencana sebelumnya.