Ringkasan Berita
- Menurut pengamatan warga, gelombang pasang terjadi terutama pada malam hari.
- "Kalau pas malam, air langsung tumpah dari atas tanggul," kata Juli, warga Desa Percut, ditemui Jumat (5/12/2025).
- BPBD Turunkan Relawan dan Perahu Karet Untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar, Badan Penanggulangan Bencana Dae…
Topikseru.com – Warga Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mulai meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi banjir rob yang diprediksi berlangsung pada 1 – 9 Desember 2025. Kenaikan air laut yang mencapai permukaan tanggul menjadi ancaman serius bagi permukiman di wilayah pesisir tersebut.
Menurut pengamatan warga, gelombang pasang terjadi terutama pada malam hari. Air disebut telah menyentuh bahkan meluap melewati tanggul setinggi 2,5 meter.
“Kalau pas malam, air langsung tumpah dari atas tanggul,” kata Juli, warga Desa Percut, ditemui Jumat (5/12/2025).
BPBD Turunkan Relawan dan Perahu Karet
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang telah menyiagakan 7 relawan dan 2 unit perahu karet di sekitar lokasi rawan terdampak.
Relawan dan warga kini bergantian memantau peningkatan air rob terutama pada titik-titik kritis di tepi laut.
“Di sini ada empat dusun yang paling rentan karena lokasinya di ujung dan langsung berbatasan dengan laut,” ujar Dulah, Kepala Dusun XVIII Desa Percut.
Pemantauan dilakukan hampir setiap jam, mengingat air pasang dapat naik tiba-tiba dan menggenangi rumah warga.
Usulan Peninggian Tanggul Belum Berjalan Sejak 2022
Pemerintah Desa Percut mengaku telah mengusulkan peninggian dan perbaikan tanggul kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sejak 2022, namun hingga kini belum menunjukkan perkembangan nyata.
“Pengusulan renovasi tanggul sudah kami ajukan sejak 2022. Sampai saat ini belum ada progres,” kata Ayub, Sekretaris Desa Percut.
Kondisi tanggul yang tak lagi memadai menjadi penyebab utama banjir rob mudah meluap ke kawasan pemukiman.
Rumah Masih Tergenang, Bantuan Pangan Belum Tersalurkan
Pantauan lapangan menunjukkan sejumlah rumah warga masih tergenang air. Sementara itu, bantuan pangan dari pemerintah daerah belum langsung diterima masyarakat.
Namun Ayub memastikan bantuan kini sedang dalam proses distribusi.
“Bantuan pangan sudah diambil dan sedang dalam perjalanan. Sebanyak 11,5 ton beras dari Pemerintah Provinsi siap dibagikan kepada warga terdampak,” ujarnya.








