Minggu, 08 November 2026

Korban Banjir di Tapanuli Selatan Mulai Diserang ISPA, Anak-Anak Paling Rentan

Ameq - Senin, 08 Desember 2025 19:10 WIB
Korban Banjir di Tapanuli Selatan Mulai Diserang ISPA, Anak-Anak Paling Rentan
beban perempuan
Topikseru.com - Kondisi para pengungsi banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, semakin memprihatinkan. Setelah dua pekan tinggal di posko darurat, ratusan pengungsi mulai terserang berbagai penyakit, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Gangguan kesehatan itu banyak ditemukan di tiga desa terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Batang Toru. Selain warga lanjut usia, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami demam, batuk, pilek, hingga mual dan muntah.

ISPA Mendominasi Kasus Penyakit di Pengungsian

Siti Aisyah, salah satu pengungsi yang kini tinggal di Posko Batuhula, mengaku sudah hampir dua minggu bertahan karena rumahnya rusak dihantam banjir bandang. "Sudah 13 hari kami tinggal di sini. Lima anak saya baru saja sembuh dari demam, pilek, batuk, sampai muntah-muntah,” kata Siti kepada Topikseru.com. Meski kebutuhan dasar seperti makanan terpenuhi, Siti mengeluhkan minimnya selimut dan fasilitas tidur malam, terutama bagi anak-anak.

Tim Medis Tangani ISPA dan Penyakit Kulit

Mayor Ari Nasir, dokter penanggung jawab posko kesehatan Batuhula, membenarkan bahwa kasus ISPA mendominasi penyakit yang dialami para pengungsi. "Sebagian besar pasien adalah anak-anak. Selain itu, ada juga lansia yang terserang penyakit kulit akibat kondisi rumah yang masih dipenuhi lumpur," ujarnya. Tim medis terus memberikan pengobatan serta melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas.

Posko Kewalahan Tampung Ribuan Pengungsi

Koordinator pengungsian Batuhula menyebutkan bahwa jumlah pengungsi terus bertambah, sementara kapasitas posko sangat terbatas. "Total ada 1.365 jiwa yang kita tampung. Setiap hari kami menyediakan sekitar 4.500 porsi makanan, baik untuk pengungsi di posko maupun yang menumpang di rumah warga," jelasnya. Selain makanan, posko juga menyediakan kebutuhan bayi, termasuk susu formula, popok, dan perlengkapan lainnya. "Kebutuhan dasar sudah kami usahakan terpenuhi. Namun kondisi di lapangan masih sangat padat dan fasilitas terbatas," tambahnya.

Sumber
:
Berita Terkait
Kemenkes: 314 Ribu Warga Sakit ISPA di Wilayah Terpapar Karhutla, 70 Ribu Balita Terdampak
Mengulik Data Kesehatan Sumut, Penyakit Apa yang Paling Banyak Menyerang Warga?
Kasus ISPA di Medan Meledak! Naik 40,6 Persen dalam Sebulan, Tembus 45 Ribu
8 Penyakit Akibat Kabut Asap Karhutla yang Perlu Diwaspadai, dari ISPA hingga Gangguan Jantung
Terdampak Asap Karhutla, Pemko Medan Terapkan Sekolah Daring Hingga 21 Oktober
558 Ribu Kasus ISPA di Sumut hingga Agustus 2026, Medan Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak