Daerah

Lukisan Bertema HAM di Medan Sorot Ketidakadilan: “Perlawanan Bisa Lewat Kuas dan Kanvas”

×

Lukisan Bertema HAM di Medan Sorot Ketidakadilan: “Perlawanan Bisa Lewat Kuas dan Kanvas”

Sebarkan artikel ini
Lukisan HAM Medan
Lukisan perempuan diikat kain merah dengan latar berwarna ungu melambangkan luka yang mendalam. Kamis (11/12/2025). Foto: topikseru.com/Agus Sinaga

Ringkasan Berita

  • Menurut Amanda, pemilihan warna ungu sebagai latar bukan tanpa alasan.
  • Karya tersebut dipamerkan oleh Amanda, seorang pelukis muda yang dikenal lewat tema-tema perlawanan dalam setiap kary…
  • "Warna itu saya pilih karena melambangkan kesedihan dan luka mendalam dari sejarah kelam kekerasan negara," kata Amanda.

Topikseru.com – Sebuah lukisan berwarna ungu dengan figur perempuan bermata dan bermulut tertutup kain merah menjadi pusat perhatian dalam Festival Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional 2025 yang digelar di Seruang Cafe, Jalan Sisingamangaraja, Medan Kota, Rabu (10/12/2025).

Karya tersebut dipamerkan oleh Amanda, seorang pelukis muda yang dikenal lewat tema-tema perlawanan dalam setiap karyanya.

Menurut Amanda, pemilihan warna ungu sebagai latar bukan tanpa alasan. Warna itu, katanya, merefleksikan luka kolektif bangsa akibat berbagai pelanggaran HAM masa lalu yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.

“Warna itu saya pilih karena melambangkan kesedihan dan luka mendalam dari sejarah kelam kekerasan negara,” kata Amanda.

Simbol Pembungkaman Perempuan: Kritik terhadap Pejabat Publik

Sosok perempuan dalam lukisan tampak dengan mata dan mulut tertutup kain merah. Amanda menjelaskan bahwa visual tersebut merupakan kritik terhadap pejabat publik yang dinilai sering menutup ruang aspirasi masyarakat.

Baca Juga  Korupsi Situs Benteng Putri Hijau: 3 Terdakwa Rugikan Negara Rp 771 Juta Dituntut 2 Tahun Penjara

“Kain merah itu melambangkan dasi pejabat publik yang menutup mata dan mulut rakyat. Ini tentang pembungkaman dan perampasan hak,” ujar Amanda.

Lukisan ini tak hanya menghadirkan kritik, tetapi juga menggambarkan dinamika protes masyarakat. Di bagian lain kanvas, terlihat ilustrasi sekelompok massa yang membentangkan poster bertuliskan ajakan untuk melawan ketidakadilan.

Representasi Perlawanan Warga

Amanda menuturkan, figur massa yang memprotes merupakan simbol bahwa perjuangan masyarakat menuntut keadilan tidak pernah berhenti, meski hambatan terus muncul.

“Mereka melambangkan kepedulian dan kebersamaan dalam melawan ketidakadilan yang masih terpampang sampai hari ini,” ungkapnya.

Karya Seni sebagai Medium Perjuangan HAM

Amanda bukan nama baru dalam dunia seni kritis. Ia konsisten menghadirkan karya bertema penindasan struktural, termasuk lukisan yang pernah menggambarkan wajah-wajah kekerasan aparat terhadap warga yang mencoba bersuara.

Baginya, perlawanan tidak melulu harus turun ke jalan. Seni, menurut Amanda, juga bisa menjadi wadah untuk menyuarakan kebenaran.

“Perlawanan juga bisa kita lakukan lewat kuas dan kanvas,” pungkasnya.