Daerah

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Sumatera Utara pada Hari Pertama 2026

×

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Sumatera Utara pada Hari Pertama 2026

Sebarkan artikel ini
prakiraan cuaca Sumatera Utara
Ilustrasi - BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah di Sumut hujan lebat disertai petir. Foto: Antara

Topikseru.com, Medan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatera Utara berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Kamis (1/1/2026) atau hari pertama Tahun Baru 2026.

Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Putri Diana, mengatakan kondisi cuaca Sumatera Utara pada pagi hari umumnya berawan, dengan potensi hujan ringan di beberapa daerah.

“Pada pagi hari terdapat potensi hujan ringan di wilayah Langkat, Mandailing Natal, Nias Barat, Nias Utara, Nias Selatan, dan Batu Bara,” ujar Putri Diana, Rabu (31/12/2025).

Hujan Berpotensi Merata Siang hingga Malam Hari

Putri Diana menjelaskan, pada siang hingga sore hari, hujan berpotensi turun secara merata di wilayah Sumatera Utara dengan intensitas ringan hingga sedang.

Adapun hujan dengan intensitas sedang diprakirakan dapat terjadi di Langkat, Labuhanbatu Utara, dan sekitarnya.

Sementara pada malam hari, hujan dengan intensitas sedang masih berpeluang terjadi, khususnya di wilayah Mandailing Natal, Nias Selatan, Nias Utara, dan sekitarnya.

BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 14 hingga 35 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 74 hingga 97 persen.

Angin umumnya berhembus dari Selatan hingga Barat Daya dengan kecepatan 3 hingga 9 kilometer per jam.

Waspada Bencana Hidrometeorologi

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar waspada hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi dalam waktu lama, disertai petir dan angin kencang, khususnya di wilayah pegunungan, pantai barat, pantai timur, lereng barat, dan lereng timur Sumatera Utara,” kata Putri Diana.

Baca Juga  Stasiun Meteorologi Maritim Belawan: Waspada Gelombang Tinggi di Samudera Hindia

Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir dan tanah longsor, terutama di daerah dengan kontur perbukitan dan aliran sungai.

Bibit Siklon Picu Gelombang Tinggi di Perairan Sumut

Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizky Ramadhan, menyebutkan keberadaan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia Barat Daya Lampung turut memengaruhi kondisi cuaca dan perairan.

Bibit siklon tersebut memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia, termasuk Sumatera Utara.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan 6–20 knot.

Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 6–30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah, serta Laut Jawa.

Gelombang 2,5 Meter Berpotensi Terjadi

BMKG memprakirakan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Sumatera Utara pada periode 31 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi meliputi:

  • Perairan Barat Kepulauan Batu
  • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
  • Perairan Barat Kepulauan Nias
  • Perairan Timur Sumatera Utara

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, serta masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum melaut.