Topikseru.com, Medan – Dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) masih terus dirasakan. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat ratusan warga menjadi korban, dengan puluhan di antaranya hingga kini belum ditemukan.
Berdasarkan laporan yang diterima di Medan pada Ahad, sebanyak 205 orang mengalami luka-luka dan 58 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Korban tersebut tersebar di empat dari 19 kabupaten/kota yang terdampak bencana alam di Sumut.
Sebaran Korban Luka dan Hilang
Pusdalops PB Sumut merinci, 205 korban luka-luka tersebar di beberapa daerah, yakni:
- Kabupaten Tapanuli Utara: 3 orang
- Kabupaten Tapanuli Tengah: 7 orang
- Kabupaten Tapanuli Selatan: 127 orang
- Kota Sibolga: 68 orang
Sementara itu, 58 korban yang masih dinyatakan hilang tersebar di:
- Kabupaten Tapanuli Utara: 2 orang
- Kabupaten Tapanuli Tengah: 35 orang
- Kabupaten Tapanuli Selatan: 20 orang
- Kabupaten Humbang Hasundutan: 1 orang
Data Masih Bersifat Sementara
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyebutkan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pencarian dan evakuasi yang terus berlangsung.
“Data ini merupakan update per 4 Januari 2026 pukul 17.00 WIB yang diterima Pusdalops PB Sumut,” ujar Sri Wahyuni.
19 Daerah Terdampak Bencana di Sumut
Selain korban jiwa, bencana alam juga berdampak luas di berbagai daerah. Pusdalops PB Sumut mencatat 19 kabupaten/kota terdampak, meliputi:
- Kota Medan
- Kota Tebingtinggi
- Kota Binjai
- Kota Padangsidimpuan
- Kota Sibolga
- Kabupaten Deliserdang
- Kabupaten Serdangbedagai
- Kabupaten Langkat
- Kabupaten Humbang Hasundutan
- Kabupaten Pakpak Bharat
- Kabupaten Nias
- Kabupaten Nias Selatan
- Kabupaten Nias Utara
- Kabupaten Tapanuli Utara
- Kabupaten Asahan
- Kabupaten Tapanuli Selatan
- Kabupaten Tapanuli Tengah
- Kabupaten Mandailing Natal
- Kabupaten Batubara
Hingga kini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat masih melakukan upaya pencarian korban hilang dan penanganan darurat di wilayah terdampak.










