Daerah

Viral Lansia Ditolak Rawat Inap di RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi, Keluarga Menangis di Dalam Ambulans

×

Viral Lansia Ditolak Rawat Inap di RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi, Keluarga Menangis di Dalam Ambulans

Sebarkan artikel ini
lansia ditolak rumah sakit
Video seorang warga mengeluh diduga ditolak rumah sakit di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara (Sumut).

Topikseru.com, Tebingtinggi – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang lansia terbaring lemas di dalam ambulans di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kumpulan Pane, Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, Kamis (8/1/2026). Dalam video tersebut, keluarga pasien tampak menangis histeris karena mengaku ditolak rawat inap dengan alasan ruang perawatan penuh.

Lansia dalam video itu diketahui bernama Suliyem (67), warga Kelurahan Berohol, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi.

Dia dibawa ke RSUD Kumpulan Pane dalam kondisi sesak napas dan lemah, namun tidak sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit tersebut.

Anak Suliyem, Sunita, menceritakan peristiwa itu bermula sejak pagi hari. Sekitar pukul 07.00 WIB, ibunya mengalami sesak napas sehingga membutuhkan pertolongan segera.

“Saya minta tolong kepala lingkungan untuk meminjam ambulans milik warga, Pak Acai Sembada. Dari pagi saya sudah pontang-panting cari kendaraan,” kata Sunita saat ditemui wartawan.

Ditolak dengan Alasan Ruangan Penuh

Setelah berhasil mendapatkan ambulans, Sunita membawa ibunya ke RSUD Kumpulan Pane. Namun, setibanya di lokasi, pihak rumah sakit disebut menyampaikan bahwa ruang perawatan sedang penuh dan meminta pasien dirujuk ke rumah sakit lain.

“Bayangkan bang, sudah capek dari pagi bawa orang tua yang sakit, sampai rumah sakit malah ditolak. Mamak saya sudah sekarat, dibilang hampir meninggal, tapi mereka bilang ruangan penuh dan suruh cari rumah sakit lain,” ujar Sunita dengan suara bergetar.

Sunita mengaku, dirinya dan ibunya belum sempat masuk ke ruang perawatan. Seorang petugas kesehatan disebut langsung menyampaikan bahwa tidak ada kamar kosong tanpa terlebih dahulu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga  Festival Laras Sembah Dibuka, Pemkot Medan Berkomitmen Bantu Pemasaran

“Kami tidak disuruh masuk sama sekali. Langsung disuruh cari rumah sakit lain. Tidak ada upaya mengecek dulu kondisi orang tua saya. Kami memang orang susah, tapi kami juga manusia,” ucapnya.

Keluarga Mengaku Tak Diberi Penanganan Awal

Dalam kondisi tertekan, Sunita juga mengungkapkan kondisi keluarganya yang serba kekurangan. Ia mengaku belum sempat makan seharian saat mendampingi ibunya yang sakit.

“Saya sudah satu hari belum makan, bang. Orang tua sakit, saya lemas. Kami ini betul-betul orang susah, enggak punya apa-apa,” katanya sambil menangis.

Video yang merekam momen tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai beragam reaksi publik.

Banyak warganet menyayangkan dugaan penolakan pasien dalam kondisi darurat di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Akhirnya Dirawat di Rumah Sakit Swasta

Setelah ditolak di RSUD Kumpulan Pane, Sunita akhirnya kembali meminta bantuan pemilik ambulans, Acai Sembada, untuk membawa ibunya ke rumah sakit lain.

Berkat bantuan warga yang bersimpati, Suliyem kemudian dirujuk ke RS Chevani Kota Tebingtinggi.

“Alhamdulillah, berkat pertolongan Pak Acai Sembada, mamak saya akhirnya dibawa ke RS Chevani dan sekarang sudah ditangani di sana,” ujar Sunita.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi belum memberikan keterangan resmi terkait video viral tersebut maupun dugaan penolakan pasien lansia dalam kondisi darurat.