Daerah

Bobby Nasution Minta Relaksasi Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Terdampak Bencana di Sumut

×

Bobby Nasution Minta Relaksasi Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Terdampak Bencana di Sumut

Sebarkan artikel ini
Bobby Nasution
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof Dr Fauzan MPd (kanan) didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution saat mengahadiri pelantikan Rektor Rektor USU Prof Dr Muyanto Amin SSos MSi di Medan, Sumatera Utara, Rabu (28/1/26).

Ringkasan Berita

  • Permintaan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri pelantikan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026…
  • Permintaan itu disampaikan langsung kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) …
  • Menurut Bobby, kebijakan relaksasi biaya kuliah sangat krusial untuk menjaga semangat belajar mahasiswa yang keluarga…

Topikseru.com, Medan – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution meminta pemerintah pusat memberikan relaksasi biaya pendidikan bagi mahasiswa yang terdampak bencana alam di wilayah Sumut. Permintaan itu disampaikan langsung kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI Prof Fauzan.

Permintaan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri pelantikan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026–2031, Prof Muyanto Amin, di Medan, Rabu (9/1).

“Kami meminta kepada bapak Wamen untuk dapat memberikan relaksasi kepada mahasiswa yang tertimpa bencana,” ujar Bobby dalam sambutannya.

Dampak Bencana Ancam Keberlanjutan Pendidikan

Bobby turut menyampaikan duka atas bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara pada akhir November 2025.

Dia menegaskan, dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berdampak langsung terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda.

“Kami mohon ada keringanan membayar uang kuliah bagi warga kami yang terdampak,” katanya.

Menurut Bobby, kebijakan relaksasi biaya kuliah sangat krusial untuk menjaga semangat belajar mahasiswa yang keluarganya mengalami tekanan ekonomi pascabencana.

“Mudah-mudahan ini bisa menjaga semangat belajar anak-anak kami di Sumut agar terus menimba ilmu dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa ke depan,” ucapnya.

Dorong Kampus Selaras dengan Dunia Kerja

Dalam kesempatan itu, Bobby juga mengucapkan selamat kepada Rektor USU yang baru dilantik. Dia menekankan pentingnya integrasi antara dunia akademik dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam mendukung hilirisasi industri di Sumatera Utara.

Baca Juga  Polda Sumut: 125,7 Kg Sabu-sabu dan 32 Ribu Butir Ekstasi Disita Sepanjang Agustus 2024

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi ke depan harus lebih dari sekadar unggul secara akademik. Mereka dituntut siap kerja, mampu berinovasi, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kita membutuhkan tenaga ahli untuk mendukung industri pengolahan, agar hasil perkebunan tidak lagi dijual mentah, tetapi menjadi produk bernilai tambah,” kata Bobby.

Wamendiktisaintek Tantang Kepemimpinan USU

Wamendiktisaintek RI Prof Fauzan menegaskan, perguruan tinggi harus mampu menjawab kegelisahan masyarakat. Ia menyebut USU tidak bisa dijalankan dengan pola kepemimpinan yang stagnan.

“Gerak langkah tidak boleh sama dengan kemarin. Harus lebih baik dari sebelumnya. Kampus harus menjadi ekosistem sosial yang mampu menjawab persoalan masyarakat,” tutur Fauzan.

MWA USU Minta Perbedaan Diakhiri

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Jenderal Polisi (Purn) Agus Andrianto, meminta seluruh civitas akademika mengakhiri perbedaan yang muncul selama proses pemilihan rektor.

Menurutnya, pemilihan rektor merupakan bagian dari demokrasi kampus, namun seluruh proses tersebut bermuara pada tujuan bersama, yakni memajukan USU.

“Perguruan tinggi harus menjadi lokomotif teknologi yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi,” ujar Agus.

Dia menambahkan, keberhasilan institusi tidak lahir dari peran individu semata, melainkan kerja sama seluruh civitas akademika dalam melahirkan gagasan dan pengabdian bagi bangsa.

Rektor USU Tegaskan Komitmen Tri Dharma

Rektor USU Prof Muyanto Amin menyatakan komitmennya menjadikan USU sebagai pusat solusi bagi masyarakat melalui penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Dunia tidak berhenti berpacu. Kita harus mengajak seluruh pihak bekerja sama agar USU menjadi lokomotif dalam menjawab permasalahan di tengah masyarakat,” kata Muyanto.