Daerah

BMKG Ingatkan Waspada Banjir dan Longsor di Sumatera Utara Akibat Hujan Intensitas Sedang

×

BMKG Ingatkan Waspada Banjir dan Longsor di Sumatera Utara Akibat Hujan Intensitas Sedang

Sebarkan artikel ini
prakiraan cuaca Sumut
Ilustrasi - BMKG menyampaikan peringatan dini cuaca di wilayah Sumatera Utara (Sumut)

Topikseru.com, Medan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Sumatera Utara untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor akibat hujan yang diprediksi terjadi pada Sabtu (6/2/2026).

Peringatan tersebut terutama ditujukan bagi warga yang tinggal di wilayah pantai barat serta kawasan lereng dan pegunungan yang rawan terdampak cuaca ekstrem.

“Masyarakat yang berada di wilayah pantai barat serta daerah lereng dan pegunungan di Sumatera Utara agar mewaspadai potensi hujan sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” ujar Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Lestari Irene Purba, di Medan, Jumat (5/2/2026).

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara

Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Sumatera Utara pada Sabtu diprediksi berawan dengan peluang hujan ringan di sejumlah daerah seperti Mandailing Natal dan Nias Selatan.

Memasuki siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di beberapa kabupaten/kota. BMKG memprakirakan hujan sedang akan turun di wilayah:

  • Dairi
  • Karo
  • Labuhanbatu Utara
  • Langkat
  • Mandailing Natal
  • Padang Lawas Utara
  • Samosir
  • Tapanuli Selatan
  • Tapanuli Utara
  • Toba

“Untuk malam hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Utara, sedangkan pada dini hari cuaca umumnya berawan,” kata Lestari.

BMKG juga melaporkan bahwa suhu udara di Sumatera Utara berada pada kisaran 13 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan antara 69 hingga 99 persen. Sementara arah angin dominan bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan 3–7 kilometer per jam.

Baca Juga  Satu Keluarga Tewas Diduga Keracunan Asap Genset Pascabanjir di Medan Marelan

Peringatan Gelombang Tinggi bagi Nelayan

Selain potensi hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Ordain Novena Marpaung, mengatakan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa kawasan perairan strategis.

Gelombang tinggi tersebut diprediksi terjadi di:

  • Perairan timur Kepulauan Nias
  • Perairan Kepulauan Batu
  • Samudera Hindia barat Kepulauan Nias
  • Perairan barat Kepulauan Nias
  • Perairan barat Kepulauan Batu

“Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 6–25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan 6–30 knot,” jelas Christen.

Imbauan Keselamatan bagi Aktivitas Laut

BMKG mengimbau para nelayan dan pelaku aktivitas maritim untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang.

Nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta berhati-hati jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Sementara itu, kapal tongkang diimbau waspada apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut maupun bencana akibat cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Utara.