Daerah

Lapas Kelas I Medan Gelar Perayaan Thaipusam dan Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan

×

Lapas Kelas I Medan Gelar Perayaan Thaipusam dan Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Lapas Kelas I Medan
Kalapas Medan, Fonika Afandin, menggelar Perayaan Hari Raya Thaipusam di Lapas Kelas I Medan, Senin (2/2/2026). Foto: Dok. Humas Lapas

Ringkasan Berita

  • Perayaan keagamaan tersebut berlangsung khidmat di lingkungan Lapas Kelas I Medan dan diikuti oleh para warga binaan …
  • Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya bagi mereka yang berag…
  • Melalui perayaan Thaipusam ini, kami berharap mereka memperoleh ketenangan batin dan kekuatan moral sebagai bekal men…

Topikseru.com, Medan – Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas I Medan menggelar perayaan Hari Raya Thaipusam yang dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembinaan keagamaan, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya bagi mereka yang beragama Hindu.

Perayaan keagamaan tersebut berlangsung khidmat di lingkungan Lapas Kelas I Medan dan diikuti oleh para warga binaan dengan tertib serta penuh antusias. Acara ini dimaknai sebagai sarana pembinaan spiritual guna meningkatkan keimanan, pengendalian diri, disiplin, serta pembentukan karakter positif.

Pembinaan Rohani Jadi Fondasi Perubahan Perilaku

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Afandin, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, nilai-nilai spiritual memiliki peran besar dalam mendorong perubahan sikap dan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik.

“Pembinaan rohani menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter warga binaan. Melalui perayaan Thaipusam ini, kami berharap mereka memperoleh ketenangan batin dan kekuatan moral sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas nanti,” ujar Fonika dalam keterangannya.

Dia menambahkan bahwa kegiatan keagamaan di dalam lapas tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi media edukasi moral yang berkesinambungan bagi warga binaan.

MoU Pembinaan Keagamaan Perkuat Program Lapas

Selain perayaan Thaipusam, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Lapas Kelas I Medan dan unsur keagamaan terkait. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan pembinaan rohani secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat program pembinaan keagamaan yang terstruktur, inklusif, dan berkesinambungan di dalam lapas,” kata Fonika.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak keagamaan menjadi langkah strategis agar pembinaan spiritual dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh kebutuhan setiap warga binaan sesuai keyakinannya.

Berjalan Aman dan Kondusif

Seluruh rangkaian kegiatan perayaan Thaipusam di Lapas Kelas I Medan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Tingginya partisipasi warga binaan dalam mengikuti kegiatan ini menunjukkan antusiasme mereka terhadap program pembinaan yang bersifat edukatif dan spiritual.

Kegiatan keagamaan semacam ini juga dinilai mampu menciptakan suasana lapas yang lebih harmonis, sekaligus memperkuat nilai toleransi antarwarga binaan dengan latar belakang agama yang berbeda.

Komitmen Lapas Medan Hadirkan Pembinaan Humanis

Melalui pelaksanaan perayaan Thaipusam dan penandatanganan MoU pembinaan keagamaan, Lapas Kelas I Medan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada penguatan karakter.

Pembinaan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa hukuman.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri, baik secara mental, moral, maupun spiritual, sebagai bagian dari persiapan reintegrasi sosial,” tutup Fonika.