Ringkasan Berita
- Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri Gebyar Insan Cita dan Acara Puncak Milad HMI ke-79 Tahun yang digelar di Ka…
- Pemprov Sumut, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi dengan HMI untuk bersama-sama membangun daerah, khususnya dalam pr…
- Menurut Bobby, banyak masyarakat marginal yang tersandung persoalan hukum bukan karena niat jahat, melainkan karena k…
Topikseru.com, Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meminta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia agar benar-benar dapat hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri Gebyar Insan Cita dan Acara Puncak Milad HMI ke-79 Tahun yang digelar di Kantor Gubernur Sumut, Sabtu (7/2/2026).
“Tugas kita semua menjadikan HMI mempunyai arti besar, khususnya di Sumut. HMI harus benar-benar bisa hadir di tengah masyarakat,” ujar Bobby dalam sambutannya.
Menurutnya, kehadiran HMI di tengah masyarakat sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan pembangunan daerah.
HMI Diharapkan Jadi Penyeimbang Pemerintah
Bobby menilai, organisasi mahasiswa seperti HMI memiliki peran vital sebagai penyeimbang kebijakan pemerintah.
Dia berharap HMI tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga mampu memberikan masukan konstruktif terhadap berbagai kebijakan publik di Sumatera Utara.
“Pemerintah membutuhkan kritik dan saran dari HMI agar tujuan utama organisasi ini dibentuk benar-benar tercapai,” kata Bobby.
Pemprov Sumut, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi dengan HMI untuk bersama-sama membangun daerah, khususnya dalam program-program sosial kemasyarakatan.
Ajak HMI Sosialisasikan Restorative Justice
Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga mengajak kader HMI untuk turut berperan aktif menyosialisasikan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru, terutama terkait konsep keadilan restoratif atau restorative justice.
Menurut Bobby, banyak masyarakat marginal yang tersandung persoalan hukum bukan karena niat jahat, melainkan karena keterbatasan pengetahuan dan kondisi ekonomi.
“Sering kali mereka melakukan pelanggaran bukan untuk memperkaya diri, tapi untuk bertahan hidup. Di sinilah peran HMI dibutuhkan untuk membantu menyosialisasikan program restorative justice,” jelasnya.
Dia menyebut, Pemprov Sumut telah memiliki program bernama Perlindungan Rakyat dengan Restorative Justice (Prestice) yang bertujuan menyelesaikan perkara tindak pidana ringan melalui pendekatan perdamaian.
Program tersebut dijalankan melalui kerja sama antara Pemprov Sumut dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut tanpa harus melalui proses pengadilan.
Ribuan Pos Bantuan Hukum Telah Dibentuk
Berdasarkan data Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sumut tahun 2025, telah dibentuk sebanyak 5.700 Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di berbagai daerah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 106 perkara berhasil diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif di Sumatera Utara.
“Sudah ada posko-posko yang dibuat di kabupaten/kota. Teman-teman HMI bisa ambil bagian di situ untuk membantu masyarakat,” ujar Bobby.
HMI Siap Jadi Mitra Kritis Pemerintah
Sementara itu, Ketua Badan Koordinator HMI Sumut, Muhammad Yusril Mahendra Butar-butar, menegaskan bahwa HMI sejak awal berdiri selalu berada di tengah masyarakat.
Menurutnya, HMI tidak hanya hadir sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga sebagai mitra kritis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“HMI menjadi mitra sekaligus pengkritisi pemerintah,” kata Yusril.
Dia mencontohkan peran nyata HMI Sumut saat terjadi bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025. Kala itu, kader-kader HMI turun langsung membantu korban di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara.
“Kami akan terus berupaya hadir membantu masyarakat sesuai dengan nilai perjuangan HMI,” ucapnya.
Komitmen Kolaborasi untuk Sumatera Utara
Melalui momentum Milad HMI ke-79 ini, Bobby Nasution berharap sinergi antara pemerintah dan HMI semakin kuat.
Dia menegaskan bahwa pembangunan Sumatera Utara tidak bisa hanya dilakukan pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa.
“Dengan kolaborasi yang baik, saya yakin HMI dapat terus menjadi organisasi yang memberi kontribusi besar bagi Sumatera Utara,” pungkas Bobby.













