Ringkasan Berita
- Data tersebut dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara berdasark…
- Ribuan pengungsi tersebut berasal dari 2.888 kepala keluarga (KK) dan tersebar di lima kabupaten yang terdampak palin…
- Upaya Penanganan Bencana Terus Dilakukan Menurut Sri Wahyuni, berbagai langkah penanganan darurat telah dilakukan ole…
Topikseru.com, Medan – Sebanyak 11.209 jiwa hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada 27 November 2025 lalu.
Data tersebut dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara berdasarkan laporan terbaru yang diperbarui pada Selasa (3/2/2026).
Ribuan pengungsi tersebut berasal dari 2.888 kepala keluarga (KK) dan tersebar di lima kabupaten yang terdampak paling parah dari total 20 kabupaten/kota yang mengalami bencana.
Pengungsi Tersebar di Lima Kabupaten
Berdasarkan data sementara Pusdalops PB Sumut, jumlah pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, yakni mencapai 4.983 orang.
Adapun rincian jumlah pengungsi di wilayah lain adalah sebagai berikut:
- Kabupaten Tapanuli Utara: 1.197 jiwa
- Kabupaten Tapanuli Tengah: 4.983 jiwa
- Kabupaten Tapanuli Selatan: 1.862 jiwa
- Kabupaten Humbang Hasundutan: 855 jiwa
Kabupaten Langkat: 2.312 jiwa
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menjelaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.
“Data ini merupakan pembaruan per tanggal 3 Februari 2026 pukul 17.00 WIB. Kami terus melakukan pendataan secara berkala,” ujar Sri Wahyuni.
Upaya Penanganan Bencana Terus Dilakukan
Menurut Sri Wahyuni, berbagai langkah penanganan darurat telah dilakukan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait guna membantu para korban bencana.
“Upaya penanganan terus dilakukan oleh masing-masing pemerintah daerah dan pemangku kebijakan terkait. Bantuan logistik, layanan kesehatan, serta evakuasi masih berjalan hingga saat ini,” katanya.
BPBD Sumatera Utara juga memastikan bahwa perkembangan situasi di lokasi bencana akan terus diinformasikan kepada publik secara berkala.
“Untuk perkembangan atas bencana ini akan terus kami sampaikan, termasuk pembaruan data korban dan kebutuhan di lapangan,” tambahnya.
20 Daerah Terdampak Bencana
Pusdalops PB Sumatera Utara mencatat sedikitnya 20 kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh curah hujan ekstrem, banjir, dan tanah longsor.
Daerah terdampak tersebut meliputi:
- Kota Medan
- Kota Tebing Tinggi
- Kota Binjai
- Kota Padangsidimpuan
- Kota Sibolga
- Kabupaten Deli Serdang
- Kabupaten Serdang Bedagai
- Kabupaten Langkat
- Kabupaten Humbang Hasundutan
- Kabupaten Pakpak Bharat
Sementara beberapa wilayah lain juga mengalami dampak serupa meski dengan tingkat kerusakan yang lebih ringan.
Bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara pada akhir 2025 tersebut menjadi salah satu kejadian terbesar dalam beberapa tahun terakhir, memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Pemulihan Pasca Bencana Masih Panjang
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah kabupaten/kota terus berupaya mempercepat proses pemulihan, termasuk perbaikan infrastruktur yang rusak serta penyaluran bantuan bagi para korban.
Namun, tingginya jumlah pengungsi menunjukkan bahwa proses rehabilitasi pasca bencana masih membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak.
BPBD Sumut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.













