Ringkasan Berita
- "Kami meminta pihak berwenang untuk memastikan penyelamatan di laut dan pendaratan yang aman bagi kelompok yang putus…
- Ada 151 orang migran Rohingya yang masih berada di atas kapal dengan kondisi kesehatan yang kian menurun.
- Sebelumnya, sebuah kapal motor mengangkut imigran etnis Rohingya terombang-ambing di perairan Kecamatan Labuhan Haji,…
TOPIKSERU.COM, ACEH – Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa Bangsa UNHCR mendorong agar pihak berwenang di Aceh melakukan langkah penyelamatan kepada imigran etnis Rohingya yang berada di kapal dan terombang ambing di perairan Aceh Selatan.
Ada 151 orang migran Rohingya yang masih berada di atas kapal dengan kondisi kesehatan yang kian menurun.
“Kami meminta pihak berwenang untuk memastikan penyelamatan di laut dan pendaratan yang aman bagi kelompok yang putus asa (Rohingya) ini,” kata Protection Associate UNHCR Indonesia, Faisal Rahman, di Banda Aceh, Selasa (22/10).
Sebelumnya, sebuah kapal motor mengangkut imigran etnis Rohingya terombang-ambing di perairan Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan, sejak Jumat (19/10).
Kapal tersebut tidak bisa mendarat karena masih ada penolakan dari masyarakat setempat.
Berdasarkan data, jumlah imigran Rohingya yang berada di atas kapal 151 orang, yang terdiri dari 79 wanita dewasa, 13 laki-laki dewasa, serta 59 orang berusia di bawah 10 tahun.
Beberapa di antara mereka sudah dievakuasi ke daratan karena sakit.
Faisal mengatakan UNHCR terus berdiskusi dan berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait situasi kapal berisi imigran di Aceh Selatan itu.
“Prioritas kami tetap pada keselamatan dan kesehatan penumpang, yang sebagian besar perempuan dan anak kecil yang rentan,” ujar Faisal Rahman.
Oleh sebab itu, UNHCR berharap pihak berwenang dapat memastikan penyelamatan di laut dan pendaratan yang aman bagi mereka.
UNHCR dan mitranya bakal memberikan dukungan dan serta bantuan yang pengungsi butuhkan.
Faisal mengucapkan terima kasih atas evakuasi para pengungsi Rohingya yang mengalami masalah kesehatan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Untuk pengungsi yang sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat, kami berterimakasih kepada pemerintah yang mengizinkan tindakan ini,” pungkasnya.













