Daerah

Janji Bobby Nasution Ditagih, Jalan di Medan Ini Rusak Parah

×

Janji Bobby Nasution Ditagih, Jalan di Medan Ini Rusak Parah

Sebarkan artikel ini
Bobby Nasution
Warga keluhkan kondisi Jalan Marsabut dan menagih janji Bobby Nasution saat kampanye. Foto: tangkapan layar

Ringkasan Berita

  • Beberapa proyek dengan anggaran besar di Kota Medan itu adalah pembangunan Lapangan Merdeka Medan, pembangunan underp…
  • Dia mengatakan bahwa proyek yang memakai skema multiyears (tahun jamak) dengan menggunakan APBD Kota Medan sebentar l…
  • Menantu Presiden ke-7 Jokowi ini juga mengatakan mendapat penjelasan bahwa ada kendala dalam proses pengerjaan proyek…

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Pembangunan infrastruktur di Kota Medan masa pemerintahan Wali Kota Medan Bobby Nasution hingga saat ini masih terus dalam pengerjaan. Bahkan, ada proyek yang skema penganggarannya menggunakan sistem tahun jamak atau multiyears.

Beberapa proyek dengan anggaran besar di Kota Medan itu adalah pembangunan Lapangan Merdeka Medan, pembangunan underpass Jalan HM Yamin Simpang Jalan Jawa dan overpass Jalan Stasiun.

Melansir Antara, pada akhir Agustus 2024, Bobby Nasution yang saat itu masih menjabat sebagai Wali Kota Medan melakukan peninjauan progres proyek tersebut.

Dia mengatakan bahwa proyek yang memakai skema multiyears (tahun jamak) dengan menggunakan APBD Kota Medan sebentar lagi akan selesai.

“Hari ini kami meninjau proyek-proyek multiyears di Kota Medan yang menggunakan APBD. Alhamdulillah, kata kuncinya sebentar lagi selesai,” kata Bobby usai meninjau Lapangan Merdeka Medan, Jumat (30/8).

Menantu Presiden ke-7 Jokowi ini juga mengatakan mendapat penjelasan bahwa ada kendala dalam proses pengerjaan proyek, yakni kondisi cuaca.

Bobby membeberkan progres dari masing-masing proyek multiyears yang bersumber dari APBD Kota Medan itu.

Suami Kahiyang ini mengatakan pembangunan underpass Jalan HM Yamin simpang Jalan Jawa menggunakan anggaran sebesar Rp 170,65 miliar. Dia menyebut progresnya sudah mencapai 54 persen.

Menurutnya, saat ini tengah memasuki pengecoran jalan dan dinding.

Sementara untuk overpass Jalan Stasiun atau di depan Stasiun Kereta Api Medan yang menggunakan dana sebesar Rp 67 miliar, telah mencapai progres 63,9 persen.

Kemudian, pengerjaan fisik tahap kedua revitalisasi Lapangan Merdeka Medan dengan pagu anggaran sebesar Rp 500,26 miliar, sudah mencapai 61,05 persen, dan tengah dilakukan pengerjaan struktur.

Warga Keluhkan Jalan Rusak

Sementara itu di sisi lain, beberapa warga mengeluhkan masih buruknya kondisi jalan di Kota Medan. Salah satunya di Jalan Marsabut, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.

Baca Juga  KPK OTT di Sumut: Siap-siap! Bobby Nasution Dipanggil KPK Setelah Topan Ginting Dijebloskan ke Sel

Aspal di jalan ini nyaris tak terlihat dan berganti dengan lubang yang kian dalam dan penuh dengan genangan air.

Kondisi tersebut kerap dikeluhkan warga dan meminta Bobby menepati janji kampanyenya yang mengatakan akan membuat jalan di Medan mulus tak berlubang.

“Kemarin saya lihat ada postingan Pak Bobby melihat jalan rusak di Nias. Ngapain jauh-jauh ke Nias Pak, ini Jalan Marsabut masih hancur parah,” kata Arif, seorang warga Medan, Senin (4/11).

Arif mengatakan jalan tersebut sudah tidak layak disebut jalan, tetapi lebih tepatnya kubangan kerbau.

Dia menjelaskan terdapat beberapa titik yang kondisi jalan juga parah, misalnya di jalan dekat Hotel Cello De Paris yang tembus ke Jalan Ayahanda Medan.

“Kalau panas jalan ini berdebu sekali, kalau hujan seperti kubangan kerbau. Ini saja janji Pak Bobby belum terealisasi. Kami berharap jalan ini segera diperbaiki,” harapnya.

Bobby Kritik Edy

Sebelumnya, Bobby Nasution sempat mengkritisi kepemimpinan Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumut.

Hal itu terjadi saat pengundian nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut pada Pilgub Sumut 2024, Selasa (24/9) malam.

Saling sindir keduanya bermula saat Bobby Nasution dalam pidatonya seusai pencabutan nomor urut pasangan calon, menyinggung kondisi infrastruktur jalan di Sumatera Utara.

Bobby dalam pidatonya membandingkan kondisi jalan dua provinsi tetangga Sumut, yakni Provinsi Aceh dan Sumatera Barat.

“Kita sering dengar cerita klasik sekali, kalau kita jalan-jalan dari Aceh, dari Sumatera Barat. Kalau disupirin, begitu datang ke Sumatera Utara, kita bisa tahu kapan sampainya. Kapan kita tahu, saat kepala kita kejedut, benjol kepala kita. Karena infrastrukturnya mungkin belum merata,” kata Bobby Nasution.

Selain menyindir soal infrastruktur yang belum merata, Bobby juga menyinggung anggaran Rp 2,7 triliun yang menjadi proyek multiyear untuk pembangunan infrastruktur jalan di era pemerintahan Edy Rahmayadi.