Ringkasan Berita
- Akibatnya, 29 korban meninggal dunia, dua korban hilang dan sejumlah lainnya luka-luka.
- Empat wilayah yang mengalami bencana alam banjir bandang dan longsor itu terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapse…
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara itu terjadi…
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Bencana alam banjir bandang dan longsor melanda empat wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan. Akibatnya, 29 korban meninggal dunia, dua korban hilang dan sejumlah lainnya luka-luka.
Empat wilayah yang mengalami bencana alam banjir bandang dan longsor itu terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kabupaten Padangan Lawas (Palas), Deli Serdang dan Kabupaten Karo.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara itu terjadi sejak 23 November hingga 27 November 2024.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis yang diterima menyebutkan bahwa empat peristiwa bencana alam terjadi pada tanggal 23 November 2024.
“Pada hari yang berdekatan terjadi empat peristiwa bencana alam longsor dan banjir,” kata Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, diterima Kamis (28/11).

Dia menjelaskan di Kabupaten Padangan Lawas (Palas) bencana alam melanda Desa Harang Julu. Dalam insiden itu, 4 orang dilaporkan tewas.
Di Kabupaten Palas, peristiwa tanah longsor terjadi di Desa Harang Julu, Kecamatan Ulu Sosa, yang menyebabkan empat korban meninggal dunia.
Kemudian, lanjutnya, bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Kecamatan Sayur Matinggi dan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Dalam peristiwa ini dua korban ditemukan meninggal dunia.
Banjir dan tanah longsor terjadi di Desa Martelu, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Empat orang dilaporkan meninggal dunia.
“Tim pencarian dan pertolongan menyebut dua korban yang merupakan warga Deli Serdang, masih dinyatakan hilang,” ujar Abdul Muhari.
Bencana alam longsor juga terjadi di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo.
Dalam peristiwa tersebut tim evakuasi menemukan sepuluh korban dalam kondisi meninggal dunia tertimbun material longsoran.
Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu (27/11) di Jalan Lintas Medan-Berastagi, tepatnya di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.
Berdasarkan data tim SAR gabungan jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan sebanyak sembilan orang. Sementara puluhan korban lain mengalami luka-luka dan telah mendapat perawatan di RSUP H Adam Malik Medan.
Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan berdasarkan data yang mereka terima jumlah korban meninggal dunia yang ditemukan pada Rabu (27/11) sebanyak tujuh orang.
Sementara korban luka-luka yang saat ini sedang menjalani perawatan di RSUP H Adam Malik Medan berjumlah 23 orang.
“Para korban yang dirawat di IGD sudah mendapat perawatan intensif. Berdasarkan keterangan dari dokter bahwa mereka sudah bisa pulang (rawat jalan) karena mengalami luka ringan,” kata Kombes Gidion dalam keterangan tertulis, Kamis (28/11).
Kombes Gidion menyebut saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di lokasi yang diduga masih terdapat korban lain di bawah tumpukan material longsor.
“Dugaan sementara masih ada korban yang belum ditemukan karena terjebak di dalam kendaraan,” ujar Gidion.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Mustari mengatakan pada Kamis (28/11) tim SAR gabungan kembali menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia di lokasi longsor Desa Sembahe.

Korban pertama, kata Mustari, ditemukan pada pukul 12.15 WIB. Korba berjenis kelamin perempuan yang diduga sebagai penumpang bus pariwisata.
Sedangkan korban kedua, lanjut Mustari, ditemukan pada pukul 12.25 WIB yang berlokasi tak jauh dari lokasi korban pertama.
“Korban kedua berjenis kelamin perempuan. Kedua korban sudah dievakuasi ke RSUP H Adam Malik Medan,” ujar Mustari.
Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Muji Ediyanto mengatakan bencana alam longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Sibolangit.
Kombes Muji menyebut terdapat enam titik longsor yang terjadi di jalur lintas Medan-Berastagi.
“Longsor menyebabkan arus lalu lintas Medan-Berastagi lumpuh total,” pungkasnya.













